Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts
0

Bagan dan Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2014

0

Seperti Negeri tak Bertuan

Konotasi terhadap kata “negeri tak bertuan” adalah sebuah pulau kosong yang tak masuk ke dalam belahan Negara manapun, atau sebuah hamparan tanah yang berada diantara dua Negara sebagai batas antar Negara yang dijadikan sebagai patokan untuk kedua belah Negara. Tapi “negeri yang tak bertuan” yang saya maksud dalam judul tulisan ini bukanlah dua perumpamaan diatas, melainkan yang saya maksud adalah Kabupaten yang saya cintai dan diami ini, yaitu Kabupaten Subang. 

Sudah lama dalam hati rasa geram dan kesal menggerogoti hati, ingin berkata bahwa Kabupaten saya layaknya Kabupaten yang tak bertuan, yaitu Kabupaten yang seperti tidak memiliki Pemerintah. Tiap tahun jalanan rusak, berlubang, berdebu dan banyak korban kecelakaan hingga meninggal karena faktor jalanan. Tiap tahun pula pasti selalu ada pemandangan jalan yang ditanami oleh pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap hilang nya peran pemerintah dalam penanganan persoalan kerusakan jalan-jalan di kabupaten subang.

Kenapa bisa setiap tahun jalanan di kabupaten subang rusak? Mau berapa banyak orang meninggal karena sebab jalan rusak? Dimana peran pemerintah ketika jalanan satu diperbaiki kemudian jalan yang lain jadi rusak? Siapa yang salah ketika semua sudah banyak terjadi? 

Selalu dan selalu dalih yang digunakan adalah kawasan jalan yang rusak adalah jalan pemerintah provinsi dan jalan pemerintah pusat, meskipun sebetulnya banyak pula jalan kategori jalan pemerintah daerah yang mengalami kerusakan. Lantas apakah jika yang rusak adalah jalan kategori jalan provinsi dan jalan pemerintah pusat, pemerintah daerah tidak punya kewajiban terhadap pemeliharaan dan perbaikan jalan tersebut? 

Atau pemerintah daerah akan berlindung dibawah alasan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) belum disahkan sehingga pemerintah daerah belum bisa melakukan proses perbaikan terhadap semua rute jalan rusak yang ada di kategori jalan pemerintah daerah? Apakah rakyat awam akan mengerti terhadap itu semua? 

Jika Pemerintah mau mengerti, persoalan mengenai kerusakan jalan sama halnya dengan persoalan mengenai bencana banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu dikawasan subang utara. Semua itu terjadi karena Pemerintah tidak perna serius dalam mengurusi semua persoalan hajat hidup manusia. Tidak ada kebijakan yang serius dan predictable, semua dilakukan seolah-olah tanpa rencana dan prediksi. Jika memang merencanakan, pemerintah seharusnya bisa pula memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi seperti kapan datangnya musim penghujan, kapan waktunya musim mudik dan lain-lain. 

Ingatlah semboyan yang menyatakan bahwa: Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Jika pemerintah daerah dalam merencanakan saja sudah gagal, maka jangan berharap ada sebuah prestasi yang bisa diraih dalam masa atau periode pemerintahan kabupaten subang ini. Kabupaten ini hanya akan jadi Kabupaten tak bertuan, dimana rakyatnya akan merasa tak pernah dipimpin dan pemimpin nya tak memiliki yang dipimpin.
0

Anak Indonesia dan Imajinasi

Ketika melihat anak Indonesia jaman sekarang, dalam hati ini suka merasa kasihan sekali. Anak Indonesia jaman sekarang berbeda jauh dengan anak Indonesia dijaman saya ataupun jaman-jaman sebelum saya. Seperti terasa ada yang hilang dalam diri mereka. Yang hilang dari Anak Indonesia jaman sekarang adalah Imajinasi. Darimana datang nya Imajinasi itu? Dari apa-apa yang dilihat dan disaksikan oleh mata kita sehari-hari. 

Di awal tahun 90an, anak-anak Indonesia dimanjakan dengan berbagai macam tontonan film-film kartun Jepang. Pada saat itu, kartun jepang yang digawangi oleh Doraemon, Detective Conan, Dragon Ball masih bersaing dengan Kartun Amerika yang digawangi tokoh-tokoh kartun Wall Disney seperti Duffy Duck, Tom & Jerry, Simpson dll. Sehingga, anak-anak Indonesia dimanjakan saat itu imajinasi nya dengan suguhan kartun-kartun tersebut.

Adanya film kartun sebagai hiburan juga menjadi obat yang mujarab bagi perkembangan otak anak-anak. Anak-anak yang masih dalam tahap belum bisa membedakan mana sesuatu yang riil dan mana sesuatu yang imaginative diberikan pendidikan berkhayal yang baik sehingga dalam dirinya muncul hal-hal yang konseptual tentang segala sesuatu untuk kemudian nilai-nilainya bisa diberikan pelajaran di masa yang akan datang. 

Berbeda dengan anak jaman sekarang yang seolah kehilangan semua itu. Anak jaman sekarang menghiasi imaginasi nya dengan Sinetron dan Film Hantu. Selain itu, untuk menghibur diri mereka sehari-hari, mereka dilengkapi dengan gadget keren super mahal yang dilengkapi dengan fitur game-game terbaru yang dengan mudah di download melalui jaringan internet. 

Selain kartun, dijaman saya masih banyak sekali film Super Hero. Super Hero dari Satria Baja Hitam, Jiban, dan segala macam jenis Kamen Rider bersaing merebut hati dan pikiran anak-anak pada jaman itu melawan Super Hero Amerika seperti Super Man, Bat Man, Hulk dll yang secara garis imaji berfkir bahwa anak-anak pada masa nya harus diberikan asupan seperti masa nya. Jangan kita memberikan nasi pada anak-anak yang masih kecil yang belum bisa mengkonsumsi nasi, tapi berikanlah bubur. 

Maka apa yang terjadi di jaman sekarang merupakan dampak dari tidak adanya asupan gizi terhadap perkembangan otak kanan anak-anak jaman sekarang, terlebih dengan banyaknya sinetron dan film-film porno yang bisa diakses oleh anak-anak kecil dengan gadget yang dimiliki. Hal yang beda dengan yang kita rasakan jaman dahulu, meskipun kita sadari bahwa Internet merupakan sebuah keniscayaan jaman, namun bahwa penggunaan itu dibebaskan kepada siapapun penggunanya termasuk anak kecil sekalipun artinya Internet secara Nilai sudah tidak memiliki Nilai pendidikan bagi penggunanya.
0

BULAN INI

Judul nya mungkin agak aneh, tak seperti biasanya saya menulis dengan judul yang menggantung. Tapi tak apa-apa, karena mungkin lebih aneh nanti isinya. Oke kita mulai tulisan kita yang pertama di bulan ini sebagai berikut.

Bulan ini dimulai dengan guyuran hujan yang sangat lebat. Mengawali pembukaan bulan yang basah karena diakhiri dengan kata – kata “ber” yang dalam bahasa sunda dimaknai sebagai sebuah hal yang “lebat” seperti kata-kata orang tua jaman dahulu.

Sidang akhir skripsi saya yang tadinya telah saya gembar gembor akan dilaksanakan pada tanggal 8 oktober ini akhirnya diundur dan entah sampai kapan pengunduran jawdal sidang tersebut, akhirnya setelah sebelumnya mengeluarkan tenaga sampai 80% guna mengejar dosen agar nilai-nilai saya yang belum keluar bisa dikeluarkan ternyata karena ketidakpastian tersebut saya turunkan sampai minus 10%.

Kemudian bulan ini pun banyak yang menikah, maksud nya banyak undangan menikah. Ada lebih mungkin dari sepuluh undangan. Dan tentu saja sebagai seorang Indonesia saya tidak bisa datang begitu saja ke undangan tanpa member salam tempel. Jika sekali undangan saya member minimal Rp. 50.000,00 jika dikali sepuluh undangan sudah setengah juta rupiah saya habiskan, padahal untuk bayar sidang skripsi saja saya masih harus megap-megap nyari bantuan sana sini.
Menjelang Idul Adha undangan datang terus menerus sampai beres idul adha pun terus menerus ada undangan nikah. Sampai barusan buka facebook pun masih ada undangan nikah. Ya Allah berilah hamba rizki yang luar dan besar.

Kenapa banyak yang nikah? Karena tahun depan tidak boleh ada nikahan, bahkan tidak boleh ada rencana pergi jauh. Kenapa? karena tahun depan adalah tahun "alif" tahun dimana orang-orang tidak bisa melaksanakan rencana - rencana seperti hajatan atau pergi jauh, akan celaka katanya. Kata siapa? Kata orang tua jaman dahulu. Percaya atau tidak percaya silahkan.

Bulan ini dibuka dengan hujan namun hujan tak kunjung datang di tanggal 19, sampai akhirnya saya tidak kuar karena ingin merasakan hujan saya pergi ke daerah cikole, kebetulan katanya didaerah sana suka sering hujan dan ada kegiatan fakultas, sambil nengok sambil ingin merasakan hujan. Tapi hujan malah datang di subang dan tidak datang ke cikole #TepokJidat

Setelah kecewa karena hujan tak datang kecewa pula melihat anak-anak fakultas hukum tak becus mengkonsep acara mabim. Sudah habis kata-kata yang ingin diucapkan melihar segala macam kekonyolan acara mabim yang hanya diisi dengan acara game dan hiburan, kemudian malamnya diisi dengan stretching (marah-marah pada adek kelas tanpa jelas alasannya). Ini masih tanggal 20 oktober, masih ada sepuluh hari lagi bulan oktober ini. Mudah-mudahan berjalan dengan seperti apa yang saya pikirkan di sepuluh hari terakhir bulan oktober ini. Aminn
0

Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Hidup yang semakin Melebar.

Adanya kabar baik, di tiap tahun kala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan Nota Keuangan Negara dengan segala progresifitas dan kemajuan serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan keberadaan kita sebagai anggota G-20 atau Negara-negara yang memiliki kemajuan/pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

Kabar baik yang membuat mata dan telinga kita seakan mendingin dan merasa bahwa kemajuan sudah didepan mata, meskipun pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selamanya linear dengan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bangsa dan Negara nya.

Pertumbuhan ekonomi Negara kita yang mencapai 6,3 % mencapai yang tertinggi di kawasan asia, dan hanya kalah oleh pertumbuhan ekonomi Tiongkok/Taiwan. Pertumbuhan ekonomi kita mengalahkan Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, India bahkan Cina, yaitu Negara yang sedang menampakan dirinya sebagai Negara Raksasa di Kawasan Asia. 

Tapi kenapa yang disebut dengan pertumbuhan ekonomi seperti berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Masih banyak kasus kematian karena busung lapar, masih banyak rakyat yang dibawah garis kemiskinan, masih banyak jumlah pengangguran dan terus bertambah tiap tahunnya. Kenapa pertumbuhan ekonomi tidak sebanding dengan kenyataan yang ada di lapangan? 

Jika kita pergi ke jalan raya, hal yang lebih riil dari angka pertumbuhan ekonomi akan kita temui secara nyata. Ketimpangan sosial menjadi lebih terlihat dengan jelas dibanding statistic ekonomi diatas sebuah kertas. Pengangguran jauh lebih membutuhkan sentuhan tangan pemerintah daripada iming-iming pertumbuhan ekonomi dua puluh tahun yang akan datang sekalipun. Anak-anak jalanan jauh lebih membutuhkan perhatian daripada pemimpin-pemimpin G20. Apa yang dimaksud Pemerintah dengan pertumbuhan ekonomi sebenarnya? 

Apa makna pertumbuhan tinggi ekonomi terhadap rakyatnya? Apa pertumbuhan ekonomi dapat menyalamatkan pendidikan setiap nasib anak bangsa yang tidak bisa sekolah? Apa pertumbuhan ekonomi bisa memberikan akses jalan yang bagus bagi setiap pekerja kasar di Indonesia setiap hari? Jika tidak bisa, maka pertumbuhan ekonomi itu hanyalah sebuah omong kosong. 

Jika masih terjadi ketimpangan yang luar biasa antara si kaya dan si miskin, berarti pertumbuhan ekonomi adalah itu. Jika masih banyak rakyat Indonesia kelaparan, maka pertumbuhan ekonomi adalah itu. Jika pendidikan bagi setiap generasi baru Indonesia sangat menyusahkan, berarti yang disebut pertumbuhan ekonomi adalah itu. Dan jika kemacetan di jalanan ibu kota yang dipenuhi oleh mobil-mobil mewah sementara di pinggir nya terdapat orang minta-minta, maka yang disebut dengan pertumbuhan ekonomi adalah itu.
0

Mobil Murah dan Ketimpangan Hidup di Indonesia.

Lagi soal Mobil Murah. Kebijakan aneh dan sangat tak masuk di akal. Menko Perekonomian Hatta Radjasa menyatakan bahwa kebijakan produksi mobil murah lebih baik diprioritaskan untuk eksport, bukan untuk konsumsi dalam negeri. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi dengan jelas dan terang-terangan menyatakan bahwa kebijakan produksi mobil mewah justru salah dan tidak sejalan dengan kebijakan Gubernur DKI yang sedang berperang melawan kemacetan. 

Wapres Boediono sendiri dengan enteng malah menyatakan bahwa persoalan kemacetan terutama di DKI Jakarta akan dibantu oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Pusat tidak akan tinggal diam melihat pemerintah daerah berjuang sendirian mengatasi kemacetan. Benar kah apa yang dikatakan oleh Boediono?

Sejenak melihat kebijakan pemerintah dalam membolehkan produsksi besar-besaran mobil murah, seperti kebijakan yang melawan kebijakan usaha menghilangkan kemacetan itu sendiri. Sejatinya dikatakan bahwa produksi mobil murah adalah usaha bagaimana pemerintah pusat menghadirkan kendaraan yang terjangkau bagi rakyat miskin. Loh kok piye mas wapres? 

Benarkah rakyat miskin butuh mobil? Semurah apa mobil yang bisa diberli oleh rakyat miskin itu sendiri? Apakah Pemerintah tutup mata atau pura-pura tidak tahu? Berapa persen yang hadir dalam pameran otomotif Indonesia yang berasal dari kalangan rakyat miskin? Apakah kepemilikan mobil menjadi ekspektasi riil masyarakat miskin Indonesia? 

Jakarta yang memiliki tingkat kemacetan luar biasa akan tambah macet dan mungkin akan mengalami stuck in the road dari mulai jalan perumahan hingga jalan menuju lokasi – lokasi perkantoran sibuk karena kebijakan mobil murah ini. Berapa puluh juta mobil di Jakarta setiap hari mengisi jalan-jalan Ibu Kota dan terus bertambah, bukan hanya mobil murah, tapi mobil mewah pun tetap terus bertambah jumlahnya. 

Kenapa pemerintah pusat tidak justru berupaya meningkatkan kualitas transportasi publik di darat agar lebih nyaman dan berkualitas? Bukan malah menambah jumlah ketersediaan mobil murah bagi masyarakat yang miskin. 

Dan perlu di ingat bahwa masyarakat miskin bukan membutuhkan mobil murah, tetapi masyarakat miskin membutuhkan: Harga-harga bahan pokok yang murah dgn stok yg melimpah, kemanan dan ketertiban masyarakat, lapangan pekerjaan yang memadai, pendidikan yang murah tapi tidak murahan, dan juga biaya kesehatan gratis. 

Akhirnya adanya kebijakan produksi masal mobil murah, hanya akan menambah lebar jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, karena semurah apapun “mobil murah” yang disebut dengan rakyat miskin tidak akan pernah bisa memiliki “mobil murah” tersebut. 

Pemerintah jangan hanya bisa menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,3 % dan bangga dengan semua itu, jika ketimpangan ekonomi antara si miskin dan si kaya menjadi kian melebar jaraknya, atau justru angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 % itu adalah sama dengan melebarnya jarak antara si kaya dan si miskin yang disebut dengan bangga oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tingkat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
0

Mobil Murah dan Kacang Goreng

Judul nya agak ekstrem, karena judul diatas sama seperti membandingkan sebuah barang mewah yang meskipun harga nya sudah dimurahkan, tapi sebenarnya tetap saja mahal harganya, bagi siapapun yang belum bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Yang dalam bahasa ekstrem nya pula bisa ketemu makan pagi tapi belum ketemu makan sore harinya. 

Kebijakan mobil murah sendiri sebenarnya diadakan oleh Pemerintah untuk memenuhi ekspektasi terhadap masyarakat miskin yang ingin memiliki mobil dengan harga terjangkau. Padahal jika kita resapi dalam-dalam pernyataan pemerintah tersebut, pertanyaan nya apakah benar bahwa masyarakat miskin membutuhkan mobil? Dan semurah apa mobil yang bisa dibeli oleh masyarakat miskin itu sendiri?

Jangan sampai dalih pemerintah dalam mengadakan kebijakan produksi besar-besaran mobil murah ini disamakan dengan kemampuan masyarakat dalam membeli kacang goreng yang harganya murah sekali dan bahkan dijajakan oleh pedagang di pinggir jalan pada acara keramaian masyarakat seperti Jaipongan, Layar Tancap dan dangdutan. 

Kebijakan mobil murah tentunya tidak seperti kebijakan impor beras, kedelai, dan juga segala macam kebijakan impor kebutuhan sehari-hari masyarakat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak yang disebabkan kekurangan stok didalam negeri sendiri, tapi kebijakan mobil mewah seperti hari ini hanya tetap akan dinikmati oleh mereka yang memiliki uang melimpah (uang nganggur) dan pasti hanya akan dibeli oleh mereka yang notabene sudah memiliki mobil sebelumnya. 

Dan perlu dicatat pula, bahwa rakyat miskin tidak membutuhkan mobil murah. Rakyat miskin hanya butuh: Harga-harga bahan pokok yang murah dan stok yg melimpah, kemanan dan ketertiban masyarakat, lapangan pekerjaan yang memadai, pendidikan yang murah tapi tidak murahan, dan juga biaya kesehatan gratis. Bukan mobil murah yang dibutuhkan seperti layaknya alasan pemerintah dalam mengadakan kebijakan mengenai mobil murah ini berapa pun biaya nya.
0

Tentang Sebuah Gerakan

Tadinya aku pengen bilang
Aku butuh rumah
Tapi lantas kuganti
Dengan kalimat:
Setiap orang butuh tanah
Ingat: Setiap orang
Aku Berfikir tentang 
Sebuah Gerakan 
Tapi mana mungkin 
Aku nuntut sendirian 
Aku bukan orang suci
Yang bisa hidup dari sekepal nasi
Dan dari air sekendi
Aku butuh celana dan baju
Untuk menutupi kemaluanku
Aku berfikir tentang 
Sebuah Gerakan 
Tapi mana mungkin 
Kalo diam
(WIdji Tukul)
0

Kontroversi Bupati Garut

Minggu ini selain Rhoma Irama yang mengemparkan dunia politik Indonesia, adapula Bupati Garut Aceng Fikri yang sama-sama menggemparkan dunia pemberitaan media. Kurang lebih dua pekan ini kita terus diramaikan oleh pemberitaan media tentang kasus nikah siri nya Bupati yang dulu mencalonkan diri bersama Dicky Chandra tapi kemudian putus di tengah jalan. 

Kasus nikah siri yang dilakukan oleh Aceng Fikri begitu controversial, terutama soal cara dan pendapat Aceng dalam menceraikan sang istri siri nya. Aceng menceraikan istri siri nya tersebut dengan/melalui pesan singkat (sms), dan berkata bahwa menikahi perempuan itu tidak bedanya dengan membeli baju. Hal inilah yang merasa membuat semua orang terutama orang-orang Garut sendiri merasa bahwa Aceng sebagai Bupati sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa menjadi Tauladan yang baik sebagai seorang Pemimpin.

Belum lagi masalah bahwa Aceng ini menikahi seorang Perempuan yang belum genap berusia 18 Tahun yang secara Peraturan melanggar Undang-undang Pernikahan. Meskipun secara sanksi Hukum tidak ada, tetapi secara moral, perbuatan ini tidak mencerminkan bahwa Aceng dapat dijadikan contoh yang baik sebagai Pemimpin Keluarga dan juga Pemimpin Masyarakat di Kabupaten Garut. Pemberitaan di Media sendiri seperti melebih-lebihkan sebenarnya. Kesan yang didapat dari kasus pemberitaan mengenai Aceng Fikri yang telah melakukan Nikah Siri terkesan bahwa hanya Aceng Fikri lah yang melakukan Nikah Siri sebagai seorang pejabat. Benarkah hanya Aceng Fikri yang melakukan nikah siri? Kenapa Aceng Fikri bisa dengan mudah menikah lalu kemudian begitu saja bisa menceraikan?

Faktor utama yang membuat seorang Aceng Fikri bisa dengan mudah kawin cerai adalah dia seorang Pejabat. Dengan jabatannya inilah dia bisa dengan mudah menemukan perempuan cantik dan bisa diajak nikah. Tak dinyanya bahwa jabatan adalah bak barang berharga yang bisa menggoda iman wanita manapun di dunia ini tanpa terkecuali di Indonesia, apalagi dengan kekuasaan yang luas, seorang Bupati semacam Aceng Fikri bisa saja menunjuk wanita manapun yang dia sukai walau wanita nya sudah bersuami sekalipun. Presitise adalah harga yang ditawarkan kepada para perempuan yang mau dinikahi oleh seorang Bupati/Kepala Daerah.

Faktor Ekonomi dan Agama juga menjadi factor yang mendukung perkawinan siri terjadi. Hal yang mustahil terjadi kepada seorang Perempuan yang memiliki latar belakang keluarga yang kaya raya mau menjadi seorang istri siri, karena factor inilah biasanya siapa saja mau menjadi seorang yang dimadu, meskipun yang terjadi pada Fani Octora, bahwa Aceng Fikri mengaku sebagai seorang Duda tentunya jika keluarga yang kaya raya dan berpendidikan mungkin akan lebih teliti dalam memilih calon suami untuk anak-anaknya.

Faktor Agama pun membawa pengaruh yang sangat besar, apalagi dikabarkan bahwa keluarga Fani Octora adalah keluarga dari kalangan pesantren. Dalil dari Kitab Suci Al-Qur’an yang menyatakan bahwa seorang laki-laki boleh menikah sampai empat kali sering dijadikan alasan pembenar bahwa laki-laki boleh berpoligami merupakan alasan yang sangat fundamental dan kuat guna dijadikan pegangan oleh orang-orang semacam Aceng Fikri.

Tapi, lebih dari itu semua, sebenarnya apa yang terjadi kepada Fani Octora dan perempuan-perempuan lain yang menjadi istri-istri singkat Aceng Fikri adalah sebuah kasus yang terlalu dibesarkan, kenapa? Karena persoalan nikah siri pejabat pejabat di Negeri ini dengan para perempuan adalah kasus yang sudah tidak aneh. Sejak jaman Presiden Indonesia pertama yaitu Soekarno sudah melakukan pernikahan siri bahkan mungkin lebih banyak daripada seorang Aceng Fikri.

Jaman sekarang, jangankan Bupati, Seorang Kepala Desa saja bisa mempunyai Istri lebih dari satu. Apalagi Bupati? Bisa sepuluh orang. Dan satuhal lagi buat Gubernur dan Menteri yang mau mencopot dan member peringatan kepada Aceng Fikri soal nikah siri nya, apakah anda juga tidak punya istri simpanan? Atau hanya belum ketahuan saja punya istrin simpanan?
0

Adaptasi Bisnis Onlie

Pagi ini ketika saya bangun dan kemudian saya membuka Smartphone BlackBerry saya, dan saya dapati telah ada dua BBM yang terkirim ke ponsel saya tersebut. Dua-dua nya isinya Broadcast (BC), yang satu Broadcast Perjuangan yang dikirim senior saya di jakarta, yang satu BC yang dikirim seseorang yang telah berganti Display Name nya menjadi semacam “SHOP” seperti itu.

Tentunya BC yang terakhir yang membuat saya tertarik, karena isinya adalah penawaran tentang produk – produk obat untuk pria dan wanita seperti pemutih dan pelangsing. Pada dasarnya, bisnis on-line bukan merupakan hal yang aneh dijaman sekarang ini. Puluhan situs bahkan mungkin ribuan situs adalah situs jual-beli online yang menyediakan berbagai jenis barang ataupun jasa yang bisa dicari cukup melalui internet.

Sejak Internet menjadi barang yang mudah, sejak itu pula Bisnis Online pun menjadi sesuatu yang lumrah. Dari orang berjualan pakaian hingga orang berjualan “perempuan” bisa kita temui dan kita dapatkan di internet. Jaman yang makin mudah menjadikan semuanya semakin lumrah.

Lain halnya lagi jika melihat trend baru berbisnis Online melalui Layanan Jaringan Sosial Media di dunia maya seperti Facebook, twitter. Penggunaan Sosial Media untuk keperluan bisnis onlie memang baru terjadi belum lama, seiring dengan popularitas Jaringan Sosial media yang baru akhir-akhir ini terjadi di Indonesia dalam kurun waktu sekitar paling lama 3 tahun.

Pemanfaatan mungkin menjadi judul yang bisa dikatakan kepada para pengguna Layanan Sosial Media itu untuk kepentingan Bisnis Online dalam memasarkan produk-produk yang ditawarkan kepada konsumen seiring dengan semakin banyaknya pula Pengguna Facebook itu sendiri.

Seperti halnya Facebook dan Jejaring Sosial yang lain yaitu misalkan Twitter, Skype dll yang hari ini bisa kita akses dimana saja dan kapan saja melalui gadget sederhana seperi Handphone, ataupun menggunakan smartphone yang mulai banyak digunakan orang untuk dapat mengakses Jejaring-jejaring Sosial dan Internet, Bisnis pun kita bisa lakukan dimanapun dan kapanpun dengan Perangkat teknologi SmartPhone yang lebih memudahkan anda untuk berbisnis tanpa harus membuka took atau lapak di dunia nyata.

Fenomena BlackBerry dan Smartphone lain misalkan yang memiliki akses dan jejaring Messengger nya memiliki daya pikat untuk digunakan sebagai “alat” Berbisnis tanpa perlu repot-repot membuka atau menyewa sebuah Ruko untuk hanya sekedar berjualan seperti kosmetik, alay-alat kecantikan, pakaian perempuan, sepatu dll. Cukup anda sebar saja penawarannya dengan menyebarkan pesan, kemudian tinggal anda tunggu respon orang yang anda sudah sebarkan pesan nya. Mudah dan murah tak perlu repot.

Kecanggihan teknologi jaman sekarang memang bisa memudahkan semua orang. Dan tentunya selain memudahkan bisa membuat semua orang yang memiliki ide bisnis bisa dimanfaatkan untuk hal tersebut. Tak perlu susah untuk berpanas-panas dan menggunakan metode Door to Door lagi dalam menawarkan produk yang anda punya, cukup anda pasang produk anda di BlackBerry anda dan tinggal tunggu bagi yang berminat, meskipun salah satu kelemahan dari cara berbisnis melalui BBM ini adalah masih terbatas nya orang yang memakai Smartphone BlackBerry ini sendiri.
0

TRADISI MUDIK #1

Mudik merupakan sebuah tradisi yang sudah berlangsung lama dilakukan oleh umat muslim indonesia. Tradisi ini berakar pada kenyataan bahwa sulitnya lapangan pekerjaan di daerah sehingga orang berbondong-bondong pergi ke kota untuk mencari penghasilan yang lebih sehingga pada satu waktu bisa kembali ke daerah masing-masing guna membuktikan sesuatu kepada sanak family bahwa dirinya sudah sukses di tempat yang baru. 

Mudik memang tidak terbatas pada ukuran sebuah kota. Artinya yang mudik tidak harus berasal dari jakarta yang merupakan Ibu Kota negara ke daerah di pedesaan yang jauh dari mana-mana. Tetapi mudik mengandung sebuah nilai pencarian dan akan kesejahteraan baik di kota besar maupun di daerah kecil, asal bisa mendapatkan kesejahteraan disana lah orang – orang berbondong-bondong untuk mencari nafkah dan kesejahteraan. 

Mudik pun dilakukan karena masih adanya sanak family atau orang tua sebagai tujuan. Meminta restu kedua orang tua dan memohon maaf atas berbagai kesalahan yang telah dilakukan dimasa lalu adalah motivasi nya karena belum tentu tahun depan mereka (para pemudik) bisa berjumpa dengan para orang tua nya kembali.
Selain itu, motivasi ekonomi merupakan sesuatu yang lazim dijadikan alasan oleh para pemudik.

Memperlihatkan bahwa mereka yang mudik sudah menjadi orang sukses, sejahtera, bahagia dan mempunyai segenap penghasilan lebih untuk diperlihatkan kepada para sanak family tak jarang juga menjadi penyebab kenapa seseorang bisa nekat untuk (harus) mudik dan dilakukan di bulan ramadhan atau menjelang hari raya idul fitri, dan keinginan untuk membuktikan bahwa kenekadan mereka untuk merantau (mengadu nasib) guna mendapatkan kehidupan yang lebih baik tak sia-sia belaka.

Maka dari itu, bisa dilihat kenapa ada para perantau yang tidak mudik pasti alasannya hanya dua, karena belum sukses atau karena orang tua sudah tidak ada. Karena berat jika melakukan mudik tanpa persiapan yang ekstra besar, terutama persiapan uang. Sebagai seseorang yang sudah sukses tentunya hal tersebut harus diperlihatkan, minimal keluarga yang ada bisa kebagian rezeki.

Selain itu dengan menempuh perjalanan yang jauh, membutuhkan biaya yang sangat besar sekali. Untuk transport, untuk akomodasi dan untuk oleh-oleh bagi saudara di kampung halaman, karena mudik tanpa oleh-oleh adalah hal yang mustahil. Saya bertanya kepada seorang teman yang berasal dari solo-jawa tengah, dan orang tua nya sudah sukses di jakarta kenapa mesti harus menggunakan mobil untuk bermudik ke Solo sana, padahal dengan kondisi ekonomi yang ada dia sangat sanggup sekali jika hanya untuk membeli tiket pesawat saja. Dengan menggunakan pesawat, jarak antara Jakarta-Solo hanya ditempuh dengan 1 jam saja, sedangkan dengan menggunakan Mobil, semua itu harus ditempuh dengan waktu satu hari satu malam. Namun memang entah karena tradisi atau apa, dia hanya bilang capek waktu mudik itu seni nya mudik. Hahahaha.....

Yah walau bagaimana pun, tradisi mudik ini memang sebuah tradisi yang “asli” Indonesia. Tradisi yang mungkin akan terus berjalan hingga puluhan tahun yang akan datang. Tradisi yang membuat Pemerintah harus siap siaga untuk mengawal nya, dari mulai mudik sampai arus balik karena agenda mudik ini sudah menjadi agenda resmi Pemerintah. Mulai dari perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, peningkatan pelayanan sarana dan prasarana transportasi (akutan jalan darat, air dan udara) dan juga pelayanan keamanan selama arus mudik dan arus balik adalah sudah seperti kewajiban Pemerintah. Karena ditenggarai, uang yang berputar selama arus mudik dan arus balik ini bisa mencapai hingga triliunan rupiah.
0

LASKAR PELANGI; MY FIRST BOOK

Semua orang pasti pernah membaca, apalagi membaca buku. Kadang membaca buku itu adalah upaya kita menghilangkan rasa bosan, ada pula yang memang hoby, dan ada pula ya mungkin sekedar bergaya dan bisa dilihat oleh orang-orang bahwa kita senang membaca, dan juga memang ada yang membaca untuk menghilangkan ketidak tahuan dalam dirinya. 

Yang paling saya senang ketika berkunjung ke rumah salah seorang senior adalah senior yang di rumah nya banyak sekali terdapat buku-buku, dan yang senior yang paling baik adalah senior yang bisa meminjamkan bukunya. Dan cirri-ciri senior pintar itu adalah senior yang memakai kaca mata, karena saking sering nya baca buku dia menjadi harus pakai kaca mata

Berbicara mengenai membaca buku, buku pertama yang saya bisa baca sampai habis adalah Buku Laskar Pelangi. Hehehe,,,,meskipun sebenarnya jika dikategorikan, bahwa buku tersebut bukan lah buku namun hanyalah sejenis novel. Namun, darisana lah justru saya terpantik untuk bisa membaca lebih banyak buku.

Laskar Pelangi telah menjadi sebuah pemicu dalam jiwa saya bahwa Membaca merupakan sebuah jalan untuk menjadi orang yang pintar. Pepatah kita pernah menyatakan bahwa Buku adalah Gudang Ilmu dan Membaca adalah Kuncinya. Artinya tak akan terbuka sebuah gudang ilmu jika kita tidak mempunyai kunci nya, atau dalam kata lain, mustahil pintar jika kita tidak membaca.

Laskar Pelangi sendiri saya kira memang novel yang sangat luar biasa. Kejeniusan Seorang Andrea Hirata dipadukan dengan unsur Melayu yang kental pada diri Andrea Hirata menjadikan dirinya seolah-olah seorang seniman kata yang menyajikan semua hal dengan begitu dramatis, bersajak dan tak putus arah selama membaca dari satu episode perjalanan hidup nya bersama kawan-kawannya sang-laskar pelangi.

Perjalanan hidup yang pahit dan getir dipadu dengan pengalaman bersama menjadikan kepahitan dan kegetiran hidup menjadi lebih berwarna. Pewarnaan itu dirangkai melalui sebuah alunan kata-kata yang indah sehingga para pembaca novel bisa sebentar tertawa sebentar menangis dan sebentar mengerenyitkan dahi. Sungguh sebuah novel yang indah. Maka memang tidak salah, waktu pun bisa bergulir dengan tanpa terasa ketika orang membaca novel tersebut. Saya sendiri hanya membutuhkan waktu semalam saja untuk bisa menyelsaikan novel tersebut.

Dari sana saya berfikir, ternyata membaca itu bisa asyik. Biasanya kita akan mulai merasa ngantuk kala sedang membaca. Baru lima sampai lima belas menit kita membaca, serangan ngantuk pasti akan datang dengan cepat. Tetapi membaca dengan asyik, maka semalaman tak tidur pun kita akan kuat.

Kunci nya memang ada pada kebiasaan itu sendiri. Dengan kita membiasakan diri untuk setiap hari berusaha membaca maka rasa mengantuk itu akan hilang, ataupun dalam bahasa lainnya daya tahan mata kita akan menjadi lebih kuat karena telah terbiasa untuk dibawa membaca buku, sehingga selain kita menjadi mempunyai banyak pengetahuan kita pun telah terbiasa membaca buku. Dan ketika bergaul dengan siapapun, bahkan dengan orang yang lebih pintar dari kita, karena kita sudah biasa membaca kita tidak terlalu sulit beradaptasi dan ketinggalan jaman.

Selain itu, dengan banyak membaca, sebenarnya kita telah berusaha untuk memerdekakan diri dari yang namanya Kebodohan. Ketika kita sulit dari penjajahan ekonomi dan budaya, maka keluar dari Penjajahan Kebodohan adalah merupakan salah satu jalan keluar guna merdeka dari penjajahan ekonomi dan budaya.
0

“HEBOH NGE-BLOG”

Hahahahaa,,,,,geli memang melihat kelakuan teman-teman saya akhir-akhir ini. Bukan bermaksud menertawakan namun memang begitulah keadaannya. Akhir-akhir ini semua teman-teman saya dan termasuk saya sedang gemar dengan hoby baru kami semua yaitu nge-blog. 

Nge-blog bukan hal baru memang, tapi terasa demam seperti ini adalah sesuatu yang baru. Ada sebuah nuansa yang lebih hangat diantara teman-teman saya semua tentang bagaimana rasanya nge-blog diantara teman-teman saya yang hari ini nge-blog. Setiap hari pemandangan yang terjadi adalah teman-teman saya semua men-share alamat link mereka ke facebook agar dilihat dan dikunjungi oleh teman-teman mereka semua yang melihat. 

Belum lagi ada yang setiap hari kerjanya hanya menghitung jumlah pengunjung yang datang ke blog nya. Asyik memang, karena semakin banyak yang datang ke blog kita artinya semakin mungkin juga orang berkomentar atas sesuatu yang kita posting di blog kita. Dan anda tahu sangat bahagia rasanya jika blog kita ada yang berkomentar didalamnya.

Adapula yang kerjanya memposting video-video peristiwa – peristiwa terkini. Yang lainnya adapula yang kerjanya membuat template untuk blog nya agar makin kinclong. Dan yang paling kasihan adalah yang membuat blog tapi beda tempat blog. Dia kebingungan sendiri menemukan widge-widget nya karena yang jadi referensi nya adalah teman-temannya yang satu jenis blog sedangkan dia menggunakan jenis blog yang lain.

Nge-blog memang asyik, dengan nge-blog kita bisa menuangkan ide dalam pikiran kita menjadi sebuah tulisan dan membagikan nya ke seluruh dunia. Karena dengan jaringan dunia maya, tulisan kita bisa diakses siapa saja dan dari mana saja di belahan dunia manapun. Apapun isi tulisan anda, baik itu hanya berupa puisi, cerita lucu, fiksi, sajak, prosa, opini, ataupun hasil rangkuman bahan kuliah yang anda share itu di blog, tidak ada batasannya. Semua sah dan semua gratis – itu pun jika anda menggunakan blog gratis…. Hehehehee…

Untuk diri saya sendiri, ada kenikmatan yang bisa saya rasakan ketika nge-blog. Saya bisa berteriak – teriak sepuasnya mengutarakan ketidak puasanan saya terhadap kepemimpinan SBY misalkan. Daripada saya berteriak-teriak sendirian di jalanan lebih baik saya berteriak di blog dan tidak ada satupun yang melarang atau menahan saya.

Disamping itu saya kemudian menemukan “gaya” saya sendiri dalam menulis. Saya menemukan karakter saya yang terus saya asah disetiap tulisan yang saya buat. Saya dan teman-teman saya semua pernah melaksanakan training jurnalistik, dengan materi yang sama dalam training tersebut, tetapi tidak sama dalam gaya dan karakter penulisan. Syukur sebenarnya ketika ada “mainan baru” ini. Semua menjadi lebih sibuk memikirkan apa yang akan diposting dari memikirkan perut yang lapar dan membicarakan orang lain.

Syukur karena di Bulan Ramadhan ini aktifitas kami (saya dan teman-teman) bisa dipermudah oleh Yang Maha Kuasa untuk ber-kreativitas atas semua tulisan – tulisan kami. Semoga hoby yang tidak baru ini bukan merupakan sebuah hoby yang sesaat. Karena meskipun tidak menghasilkan, namun minimal kesibukan ini disuatu saat nanti melahirkan sebuah hasil yang lebih berharga dibanding nilai mata uang manapun. Karena karya yang akan kita hasilkan justru akan lebih membuat kita dikenal dibanding jumlah uang yang besar sekalipun.
0

RAMADHAN YANG PALING ASYIK YA DI INDONESIA #6

Pernah mendengar Istilah “Ngabuburit”? Mungkin bagi anda semua warga jawa barat istilah tersebut sudah tidak asing lagi. Di setiap Bulan Ramadhan datang aktivitas itu sering dilakukan guna menunggu waktu datang nya berbuka. Ngabuburit berasal dari kata Burit atau Sore dalam bahasa Indonesia. Sore adalah waktu yang menunjukan waktu berbuka puasa. Jadi ngabuburit adalah segala macam kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yang sedang berpuasa guna menunggu waktu datang nya berbuka.

Ketika seseorang sedang Berpuasa, yang artinya dia sedang melakukan sebuah ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan-Nya, maka segala aktivitas yang dia lakukan hendaknya merupakan sebuah aktivitas yang baik/positif. Aktivitas positif ini banyak jenis dan macam nya, namun yang lebih penting dan sedikiti gampang kita ambil sample/contoh apa itu perbuatan positif ialah tidak berboros ria.

Kenapa berboros ria yang saya ajukan sebagai contoh? Aktivitas ngabuburit sekarang ini telah resmi diartikan atau sama dengan jalan-jalan sore. Seperti jika kita berbicara bermalam mingguan maka selalu identik dengan jalan-jalan membawa seorang pacar. Jika kita mengajak orang untuk ngabuburit maka dalam benak pikiran teman kita bahwa kita akan mengajak untuk jalan-jalan sore dengan menggunakan motor tanpa jelas arah dan tujuan dan hanya menghabiskan bensin saja.

Jalan-jalan sore tanpa tujuan itu sama dengan perilaku berboros ria. Pertama dia jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas, kedua dia menghamburkan bensin untuk jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas. Bukankah itu perilaku yang tidak positif? Jika kita kalikan orang yang ngabuburit itu sebanyak 500 orang dikalikan minimal pemakaian bensin satu liter sebesar Rp. 4.500,00 maka akan kita dapatkan sebanyak Rp. 2.250.000,00 yang dihamburkan setiap sore. Dan apabila kita kalikan sebanyak 30 hari maka akan kita dapatkan uang yang begitu saja dibakar tanpa tujuan yang jelas sebanyak 67.500.000,00. Jika keadaan nya sudah begini, saya lebih sepakat Pemerintah mencabut Subsidi untuk Motor…. Hehehehe….:D

Sebenarnya dari kata Ngabuburit kita tidak bisa langsung mengartikan bahwa Ngabuburit itu sama dengan jalan-jalan sore dengan menggunakan motor. Apakah kita tidak bisa menunggu waktu berpuasa dengan berdiskusi misalkan? Atau melakukan segalam macam hal yang tidak berboros ria itu menurut saya jauh lebih baik ketimbang hanya menghabiskan bensin di jalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Belum resiko kecelakaan yang harus diterima oleh semua orang dijalan. Karena harus kita akui bahwa setiap orang di jalanan Indonesia ini masih memiliki rata-rata kesempatan untuk kecelakaan yang sama dimana pun baik yang disebabkan oleh kerusakan kendaraan ataupun human error. Maka dari itu selagi kita bisa mencegah semua hal yang buruk kepada kita maka alngkah lebih baik kita menjaga semua itu sebelum terjadi pada kita. Wassalam.
0

PENTING NYA MEMPUNYAI SKILL BAHASA ASING DI ERA GLOBALISASI

Disalah satu media online yang mengabarkan tentang perhelatan sepak bola di Benua Eropa saat ini saya membaca sebuah kejadian lucu. Selepas pertandingan antara Italia vs Inggris selesai yang dimenangkan oleh Italia melalui babak adu penalti seorang Wartawan dari Indonesia bertanya kepada Giorgio Chiellini dimana dia bisa belajar bahasa Inggris. Dan lucu nya Chiellini hanya menjawab dia bisa bahasa Inggris karena dia belajar di sekolah. Sebagai seorang pemain bola, Chiellini yang belum pernah bermain di luar Italia apalagi di Inggris tentu nya sangat diburu wartawan hari itu selepas pertandingan. Apalagi kebanyakan Pemain Timnas Italia tidak bisa berbahasa Inggris, dan Chiellini yang bisa berbahasa Inggris tentunya menjadi buruan para wartawan dari mancanegara yang juga tidak bisa berbahasa Italia kecuali wartawan Italia sendiri. 

Dari kejadian diatas saya melihat sebuah hal yang sangat penting. Ternyata, bukan hanya bahasa inggris yang harus kita kuasai. Tetapi bahasa-bahasa lain pun sebenarnya wajib kita kuasai di era sekarang ini. Kenapa? Karena Bahasa Asing itu bukan hanya bahasa Inggris, dan tidak semua orang pula menguasai bahasa Inggris. Coba kita tengok saja orang-orang Jepang misalnya. Mereka banyak yang tidak menguasai bahasa Inggris. Mereka memang lebih senang menggunakan bahasa Jepang nya sendiri.

Di era globalisasi saat ini, dimana semua Negara berlomba-lomba meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di bidang ekonomi, kita seolah terhegemoni oleh jargon “bahasa Inggris adalah Bahasa Internasional”. Dan menguasai Bahasa Inggris adalah sebuah keharusan. Coba kita lihat siapa sebenarnya pahlawan Italia di partai melawan Inggris kemarin. Dia adalah Andrea Pirlo yang sukses membuat mental para pemain Italia kembali naik setelah rekan setim nya yaitu Ricardo Montolivo gagal meng-eksekusi tendangan penalti sebelumnya. Tetapi kenapa malah Chiellini yang banyak diburu wartawan? Kenapa bukan Andrea Pirlo? Apakah karena Andrea Pirlo tidak bisa bahasa Inggris? Lalu kenapa kita yang tidak seharusnya bisa bahasa Italia kan?

Jelas sekali bahwa penguasaan berbagai bahasa akan lebih memudahkan kita guna melakukan apapun. Terlebih bagi wartawan yang sedang meliput di luar negeri seperti melakukan peliputan Sepak bola di Ukraina sana. Begitupun dalam bidang yang lain. Kita masih ingat bagaimana Alm. Gus Dur dahulu semasa menjadi Presiden berkomunikasi dengan para Presiden Negara-negara sahabat tidak menggunakan penerjemah tetapi langsung berkomunikasi dengan beliau sendiri, bahkan dengan para pemimpin-pemimpin dari Negara-negara Afrika. Ini salah satu kredit plus dari seorang Gus Dur.

Berkaitan dengan Globalisasi yang akan kita hadapi sebentar lagi, dimana nanti ketika Ekonomi Global menjadi sebuah Ekonomi yang sangat bebas dan memungkinkan persaingan yang sangat kuat diantara semua Negara-negara di Dunia dan menjadikan setiap orang darimana pun dia berasal bisa bekerja dan mencari nafkah di Indonesia yang akan mengakibatkan persaingan yang demikian keras antara warga pribumi pencari kerja dan warga negara asing yang mencari sesuap nasi pula di Indonesia ini.

Jika hanya akan mengandalkan Skill yang seadanya kemungkinan akan semakin banyak pengangguran yang tercipta di negeri ini. Atau jika hanya mengadalkan kemampuan berada dibelakang meja sebagaimana pendidikan kita mengajarkan bagaimana mencetak para pekerja-pekerja yang hanya siap berada di belakang meja. Dan pada saat itulah kita akan menyadari bahwa Pendidikan kita baik Pendidikan menengah ataupun Pendidikan Tinggi kita telah gagal bagaimana bersaing menghasilkan “worker’s” yang bermutu dan berdaya saing tinggi.
1

DEMAM KOREANISM

Hari ini saya menghadiri sebuah undangan pernikahan. Tepat setelah waktu shalat dzuhur tiba saya mengajak seorang teman untuk menemani. Di tempat pernikahan, setelah selesai menyantap hidangan dan menghisap sebatang rokok, teman saya mengajak untuk segera meninggalkan lokasi karena waktu sudah menunjukan pukul 13 lebih. Hahaa…seperti biasa, teman saya ini sedang gandrung menonton acara serial “protect the boss”, sebuah drama korea tentang cinta segi tiga yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional. 

Yang saya heran, teman saya ini begitu tidak ingin ketinggalan sehari pun untuk menyaksikan serial drama ini. Sampai-sampai dia mencari-cari tempat untuk menonton serial drama ini ketika di secretariat organisasi kami tv nya sedang gangguan.

Hal yang sama pun sebenernya sedang dialami oleh Ibu dan adik saya. Bedanya, ibu dan adik saya menonton serial kolosal, sedangkan teman saya menonton serial modern. Bukan hanya serial drama ternyata yang sekarang sedang digandrungi, melainkan lagu-lagu dan juga Boy Band nya pun laris manis dipasaran Industri Hiburan tanah air. Terakhir BOY BAND terkenal asal Korea “Super Junior” sempat singgah di Indonesia, dan anda sekalian pun tahu bagaimana antusiasme anak muda Indonesia ketika “SUJU” (singkatan dari SUPER JUNIOR) itu melawat ke Negeri ini. Selain itu film-film korea pun banyak beredar di pasar dibanding film-film Hollywood dan Bollywood yang sekitar 5-10 tahun yang lalu begitu merajai Industri per-filman tanah air.

Kembali ke soal serial drama tadi, jika kita lebih kritis terhadap serial-serial drama korea, sebenernya tidak ada bedanya dengan serial drama ataupun sinetron di Indonesia. Adegan-adegan penuh intrik dan kebencian tetap masih ada. Jalan ceritanya pun bisa dengan mudah ditebak. Selain itu, genre film cinta masih juga melekat, malah seringkali justru film-film korea lebih mempertontonkan kemewahan dan gaya hidup yang lebih “wah” dibanding sinetron Indonesia. Jika melihat sisi kecantikan dan kegantengan jelas kita berbeda dengan oran-orang Korea. Kecantikan dan Kegantengan aktris dan aktor Korea tidak bisa dibandingkan dengan kecantikan dan kegantengan artis-artis Indonesia. Ini bukan persoalan soal relatifitas, tetapi melainkan soal cara pandang dan selera. Saya tetap percaya, bahwa Perempuan yang paling cantik itu adalah Perempuan Indonesia. Hehehe….

Hal yang paling masuk akal menurut saya dari kenapa serial – serial Korea laris manis di Indonesia adalah banyak cerita yang lebih Inspiratif dan menyenangkan. Selain itu, latar belakang cerita nya pun lebih Logis dibanding dengan latar cerita film dan serial televisi di Indonesia. Ada salah satu judul sebuah FTV di televisi Indonesia yang saya anggap tidak logis sama sekali. Misal “TUKANG SAMPAH ITU PACARKU” ada pula “SATPAM KU IDOLAKU”. Kemudian judul-judul sinetron di Indonesia pun hanya begitu-begitu melulu, misalkan “CINTA dan ANUGERAH”, “PUTIH ABU ABU”, “YUSRA DAN YUMMA”, “KARUNIA”. Jangan tanyakan jalan ceritanya, tanyakan adegan apa yang paling sering ditayangkan? Adegan kekerasan dimana-mana, scene yang mengumbar kebencian lebih banyak, dan hal-hal yang tidak logis mengenai kehidupan pun banyak.

Yang mungkin bisa dibanggakan adalah di sinetron Indonesia adalah tidak ada adegan seksual dan adegan yang tidak pantas untuk ditonton oleh anak kecil, karena mau tidak mau anak kecil Indonesia pun hari ini sudah menonton sinetron dan FTV. Karena jika menonton serial drama Korea, adegan ciuman dan minum-minum sampai mabuk ada, sangat disayangkan kenapa stasiun televisi masih menayangkan dan tidak men-sensor adegan tersebut karena adegan-adegan tersebut sangat tidak layak ditayangkan dan tidak sesuai dengan kultur Bangsa Indonesia.

Sedangkan yang saya salut dari Industri Hiburan Korea adalah, bagaimana mereka memasarkan produk nya begitu hebat. Sehingga Negara-negara seperti Indonesia dengan sukarela dan terbuka mau menerima dan akhirnya terjangkit paham yang saya sebut #KOREANISM. Menjamur nya BOY BAND dan GIRL BAND di Indonesia pun tidak lepas dari gencar nya promosi BOY BAND asal Korea.

Semoga dengan banyak nya tontonan yang berasal dari korea tidak membuat Industri Hiburan di Indonesia menjadi semakin ciut, tapi justru menjadi semakin terpacu dan berusaha memperbaiki diri untuk lebih berkembang dan maju pesat. Selain itu, Industri Hiburan khususnya Tontonan jangan hanya menjadi hiburan belaka, tetapi bagaimana tontonan juga bisa menjadi sebuah Tuntunan. Minimal, memberi Inspirasi bagi semua orang yang menontonnya. Amin.
0

Bersepeda dengan nyaman

Beberapa minggu ini saya sedang senang ber-sepeda. Hampir setiap sore, jika cuaca subang sedang cerah, selalu saya menyempatkan diri untuk bersepeda. Selain berguna untuk menyehatkan tubuh, ternyata olah raga ber-sepeda ini sangat menyehatkan "mata" dan "dompet". Jika sedang bersepeda di sore hari, banyak saya melihat mojang-mojang dan ABG subang yang juga bersepeda. Selain itu, sepeda juga tak memakai Bahan Bakar Minya (BBM) sehingga, bisa mengirit sejumlah uang. Ibarat Pepatah, sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sehat badan, Sehat Mata, dan Dompet pun sehat. 

Hari ini, ber-sepeda bukan hanya sebagai sebuah olah raga tentunya, tetapi lebih mirip seperti "life style", maka dari itu sekarang ini harga sepeda baru yang bagus bisa mencapai jutaan rupiah. Bersepeda pun bisa dijadikan sebagai sebuah sarana Kampanye guna mengurangi dampak polusi dan Pemanasan Global yang diakibatkan oleh Pembakaran Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Asap Kendaraan bermotor.

Maka tidak salah jika hari ini, bersepeda bisa dianggap sebagai sebuah gaya hidup sehat yang cukup bagus digalakan, sehingga banyak kota dan kabupaten menganggap perlu membuat "CAR FREE DAY" di jalan-jalan tertentu guna memberi kesempatan kepada "GOWESER" yang selalu "terpinggirkan" jika ber-aktifitas di hari-hari biasa karena dianggap mengganggu pengguna Kendaraan Bermotor, padahal kita ketahui bersama, jalan yang kita gunakan adalah hak semua orang, hak warga Indonesia Raya.

Seperti pagi ini, ketika saya sedang ber-sepeda, lajur kiri yang saya gunakan terdapat mobil yang sedang diparkir menggunakan bahu jalan, sehingga harus membuat saya lebih ketengah guna tidak menabrak mobil yang sedang terparkir tersebut. Namun dari arah belakang saya, sebuah Sepeda Motor membunyikan klakson nya dengan sangat kencang dan panjang. Padahal jarak antara saya dan si pengguna kendaraan bermotor sangat jauh, dan saya pikir, dengan jarak seperti itu, dia masih bisa menghindar dan tak perlu membunyikan klakson dengan begitu kencang nya seolah saya ini adalah orang yang tidak "berhak" menggunakan jalan tersebut. Padahal saya, dia dan kita semua punya hak yang sama menggunakan jalan raya dimanapun di negara ini tanpa harus merasa saling mengganggu dan terganggu.

Dari kejadian-kejadian di jalan sewaktu bersepeda tersebut, akhirnya saya bisa mengerti perasaan pengguna sepeda lain dan juga pengguna jalan lain seperti Abang Tukang Becak yang sering kena bentak penggunan kendaraan bermotor lain jika merasa jalan nya terganggu. Tidak seharusnya kita bersikap seperti itu seharusnya, karena jalan yang kita gunakan bersama dengan mereka adalah hak mereka pula. Tidak ada yang melarang, apalagi jika mereka sedang mencari nafkah untuk keluarga mereka dengan menggunakan sepeda atau becak nya kemudian kita bentak karena merasa terhalangi. Karena ternyata, baik itu yang memakai motor, mobil, sepeda baru, sepeda lama juga memiliki HAK yang sama tanpa ada perbedaan.

Bukan bermaksud menuntut kepada Pemilik Kebijakan di Negeri, bahwa harus ada jalur khusus sepeda, karena tuntutan seperti itu sulit untuk dikabulkan, tapi alangkah lebih baik jika Pemilik Kebijakan membuat sebuah Rambu-rambu baru dijalanan yang bermaksud agar sesama Pengguna jalan untuk bisa "Saling Menghormati " .
1

MIMPIKU UNTUKMU KAMPUSKU


Hampir empat tahun aku bergelut dengan mata kuliah-mata kuliah dikampus ku ini. Kampus Universitas Subang, satunya-satunya Universitas di Kabupaten Subang untuk saat ini, karena sebentar lagi bakal ada Universitas lain. Hehehehehe,,,,,

Selama empat tahun pula aku terus bermimpi dan berharap bahwa Kampus ini akan menjadi sebuah kampus besar suatu hari nanti dan akan benar-benar menjadi sebuah kampus yang menghasilkan orang-orang besar dalam bidang nya masing – masing. Dan dengan bangga semua alumni Kampus ini akan bilang “saya adalah alumni kampus itu”.

Sebuah rasa bangga akan Almamater yang telah menggodog kita semua para Mahasiswa nya untuk bisa mendapatkan pengetahuan hingga akhirnya kita semua bisa mendapatkan Kemandirian, baik itu Kemandirian Berfikir, Kemandirian Sikap ataupun akhirnya kita bisa mendapatkan Kemandirian Ekonomi.

Kalau ditanya mengenai Mimpi ku akan Kampus ini, aku mau bilang, bahwa suatu hari nanti, Kampus ku ini akan menjadi Labolatorium Ilmiah Kabupaten Subang, dimana Kampus ku ini “menyediakan” semua hal yang dibutuhkan Kabupaten Subang, dari mulai Tenaga Ahli, Tenaga Teknis, sampai Konseptor Pembangunan yang nantinya akan berkontribusi membangun Subang menjadi lebih baik. Yang kedua adalah Kampus ku ini menjadi Kampus Penghasil Tenaga-tenaga Profesional yang handal dan siap pakai. Dimana seorang Guru, seorang Konsultan Hukum, Jurnalis, Tenaga Ahli Pertanian, Tenaga Ahli Sistem Informasi, Pakar Kebijakan Publik, Tenaga Administrasi, Arsitek dan pakar-pakar Teknik lainnya dihasilkan.

Yang ketiga aku bermimpi bahwa Kampus ku akan menghasilkan Ilmuan-ilmuan berkaliber tingkat nasional (tidak usah dulu tingkat Internasional, nanti menyusul) yang pendapatnya menghiasi kolom dan rubrik serta buku-buku ajar maupun buku teks. Karena dari sinilah nanti akan muncul Guru-guru Besar yang berwibawa dan mengharumkan Alamater.

Yang ke-empat adalah, aku bermimpi suatu hari nanti, dari kampus ku akan dihasilkan politisi-politisi handal yang punya Idealisme dan Prinsip dalam berpolitik dan hanya punya tujuan untuk mensejahterakan rakyat sebagai “pekerjaan” nya. Bukan sebagai Penghasil Politisi-politisi gadungan yang kerjanya menguras uang rakyat dan ujung-ujung nya hanya menjadi penghuni “hotel prodeo” saja. Bukannya mengharumkan nama almamater tapi malah bikin malu almamater saja.
Yang kelima dari mimpiku adalah, bahwa kampus ku akan menjadi sebuah Kawah Candradimuka bagi seluruh Mahasiswa nya dalam menggembleng dirinya untuk menatap masa depan yang cerah dengan tidak hanya menjadikan ruang kuliah “hanya” sebagai ruang belajar, namun menjadikan “masa-masa” menjadi seorang Mahasiswa sebagai sebuah masa menggembleng diri dengan meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang Mahasiswa yang dikemudian hari apabila dia bersaing dengan Lulusan Mahasiswa-mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun Perguruan Tinggi Swasta tidak malu hanya karenan dirinya berasal dari Perguruan Tinggi Swasta yang berada di kawasan “Nyimplung”.

Mimpiku yang ke-enam adalah, aku ingin melihat semua Mahasiswa dikampus ku ini menjadi Mahasiswa yang Cerdas, Kritis dan Aktif dan Dinamis. Bersaing berebut untuk menjadi Ketua Himpunan Jurusan, Presiden BEM Fakultas ataupun Presiden BEM Universitas juga Jabatan yang sedang kupegang ini sebagai Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM).

Harusnya kita semua sekarang ini sedang berdarah-darah berebut kursi kepemimpinan dengan saling melemparkan argumentasi-argumentasi rasional bahwa kitalah yang paling pantas untuk menjadi Pemimpin diantara para mahasiswa yang ada di kampus ini, bukan yang lain. Jangan kita sia-sia kan masa-masa menjadi Mahasiswa ini, karena masa ini hanya akan terjadi sekali dalam hidup kita. Jayalah Kampus ku, Dinamislah Mahasiswaku.
0

Aktifis; Antara umat dan syahwat

Menjadi seorang Mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan baik didalam maupun diluar kampus mempunyai banyaki tantangan tersendiri dalam eksistensi nya. Dijaman yang sudah serba cepat dan canggih hari ini, dunia aktifis kemahasiswaan selalu dihadapkan dengan berbagai dilema yang menghadang. Mulai dari Mahasiswa yang apatis hingga problem kehidupan pragmatis.

Kenyataan ini merupakan sebuah realitas kongkrit yang harus dibaca dengan Arif, apakah kita juga akan sama-sama apatis terhadap orang yang apatis atau kita ikut menjadi orang-orang yang pragmatis yang menilai sesuatu dengan Qadar (ukuran) yang tidak ilmiah. Dilema besar bagi seorang Mahasiswa yang secara normal mendambakan sebuah hidup yang sama hal dengan Mahasiswa yang lain yang bisa ikut dengan perkembangan jaman seperti layak nya segala sesuatu yang Fun, Food, Fashion dan Forno….

Terlebih ketika kita menjadi aktifis mahasiswa muslim di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). HMI telah meng-ikrarkan diri bahwa Kader HMI adalah Kader Umat dan Kader Bangsa yang dalam hidup nya di HMI merupakan sebuah Perjuangan guna Mewujudkan Indonesia Adil Makmur yang Diridhoi Allah SWT guna menjadi Insan Intelektual, Insan Muslim dan Insan Profesional.

Karena persoalan itulah bisa timbul sebuah Problem yang membuat seseorang bisa mengalami Kejenuhan dan Kebosanan untuk terus bisa berbuat dengan cara mengabdi sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian. Hingga akhirnya Mahasiswa di jaman ini akan mengalami sebuah Dilema yang akan mencapai Titik Nadir nya dengan berpaling kedalam hal-hal yang tidak semestinya dan mengabaikan Umat dan Bangsa nya karena merasa bahwa ketika tidak memiliki hal yang sama dengan yang dimiliki rekan-rekannya disebuah “organisasi” maka tidak memiliki ke-normal-an sebagai manusia yang tidak punya “syahwat” yang sama dengan Mahasiswa yang lainnya.

Maka, apa jadinya apabila Kader Muslim Pembaharu ini yang senantiasa mengawal Bangsa Indonesia dari pertama berdiri hingga sekarang akan mencapai usia yang ke-65 sudah mempunya titik konsentrasi yang berbeda dan tidak memperdulikan lagi nasib para “mustad afin” sebagai kawan yang harus diperjuangakan. Ukuran SYAHWAT di Organisasi ini tidak BERKORELASI dan “tidak mempunyai Irisan yang sama” apalagi tidak ada “variabel pembanding” yang bisa membuktikan tingkat kesuksesan ber-organisasi dan menjadi seorang Pemimpin yang Ideal yang mengurusi persoalan Umat dan Bangsa dihubungkan dengan Persoalan Privat seperti persoalan SYAHWAT.

Kejelasan sikap seseorang hanya bisa dilihat dari apa yang diargumentasikan bukan dilihat dari bagaimana persoalan privat nya dibawa kedalam ranah public yang dimana per-individu – individu yang lain mempunyai persoalan yang berbeda-beda. Dan tiap-tiap persoalan Individu hanya bisa diselesaikan oleh masing-masing Individu tersebut, dan tidak bisa menjadi persoalan Publik. Orang lain hanyalan stimulus pemikiran bukanlah sebuah solusi.
0

PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
SEMOGA DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA SEMAKIN MAJU

Dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, Bangsa dan Negara.

Sistem Pendidikan yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang tersebut seakan menjadi sebuah Hal yang diacuhkan oleh Para Pendidik di Negeri ini. Jelas dikatakan dalam Undang-undang tersebut bahwasanya Pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujdukan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyrakat, bangsa dan negara, yang artinya bahwasanya semua peserta didik tidak bisa hanya diarahkan menjadi calon-calon pekerja Industri saja melalui sebuah sekolah yang disiapkan menjadi pekerja industri. Setiap Peserta didik hanya bisa diarahkan kepada pengembangan minat dan bakat sehingga potensi-potensi diri sebagai pelajar bisa ter-aktual sehingga kemampuan nya bisa dirasakan oleh masyarakatnya, negara nya dan juga bangsa nya. Eksploitasi mungkin menjadi kata yang pas apabila kita kaitkan hal tersebut kedalam praktek pendidikan di Indonesia hari ini kepada para peserta didik nya.

Eksploitasi Pendidikan ini berasal dari pahaman kita mengenai Pendidikan yang salah. Pahaman bahwa Sekolah adalah jalan untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi semakin kita tinggi sekolah, maka akan semakin cepat mendapatkan pekerjaan atau hal ini adalah sebuah pemahaman Profit Oriented yang salah tempat. Pertanyaan nya adalah kenapa ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi kepada Dunia Pendidikan Bangsa Indonesia? Seharusnya Pemerintah bisa mengarahkan Dunia Pendidikan ini kepada tempatnya yang benar. Apabila Pemerintah mengarahkan Sistem Pendidikan di Negara ini hanya berdasarkan kepada prinsip bahwa Pendidikan adalah sarana untuk menciptakan pekerja-pekerja Indutri atau Perusahaan, maka sebenarnya Pendidikan di negara ini merupakan sebuah Sistem Reproduksi Sumber Daya Produksi yang di design sedemikian rupa untuk menciptakan Buruh-buruh saja. Artinya, manusia – manusia masa depan Indonesia hanya dijadikan sebaga alas kaki para pengusaha yang berasal dari negara-negara Asing yang menjajah Indonesia dengan jalan dan cara yang baru.

Praktek KKN dalam Dunia Pendidikan
Berbagai persoalan yang menghadang Dunia Pendidikan Indonesia bukan hanya berasal dari persoalan Eksploitasi Pendidik kepada Peserta Didik saja, tetapi juga berasal dari kebobrokan mental dan moral dari Para Pendidik juga. Bagaimana seorang Pendidik bisa menjadi sebuah teladan yang baik untuk peserta didik di negeri kita apabila para pendidik di negeri ini masih harus mencari berbagai jalan untuk pemasukan kantung saku nya guna mencukupi kebutuhan sehari-hari nya yang berasal dari Gaji Pokok sehari-hari nya masih dirasakan kurang seiring dengan perkembangan per-ekonomian Bangsa Indonesia yang belum membaik dan juga Usaha Pemerintah Negeri ini yang belum juga bisa memberikan sebuah kesejahteraan bagi para Guru-guru nya yang akan mendidik calon-calon Pemimpin Bangsa Indonesia di masa yang akan datang.
Maka jangan menyalahkan Murid-murid yang tidak Lulus Ujian Nasional karena Nilai Ujian nya tidak cukup untuk membuat mereka Lulus Ujian Nasional, tapi salahkan lah para pendidika yang tidak mempunya tanggung jawab kepada Amanat nya sebagai seorang Pendidik Anak-anak Bangsa Indonesia.
Kerusakan Moral dan dan metal dari para pendidik ini dilakukan dari berbagai program bantuan yang disalurkan kepada Sekolah, misalnya program Bantuan Operasional Sekolah atau BOS. Bantuan yang disalurkan terkadang jarang dan bisa dirasakan langsung oleh Para Anak murid. Ataupun berasal dari Program-program Pemerintah yang lain dalam Bidang Pendidikan.
Maka, mau jadi apa Masa Depan Anak-anak Bangsa ini apabila para pendidik nya hanya memikirkan perut nya saja? Apa gunanya Pendidikan Ke-Agama-an yang diajarkan kepada para Peserta Didik sehingga Peserta Didik bisa memiliki kekuatan spiritual yang baik? Maka, bersihkan Praktek-praktek Pendidikan dari Perbuatan-perbuatan Kotor seperti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang akan menghancurkan Dunia Pendidikan Bangsa Indonesia! Mau jadi apa masa depan Bangsa Indonesia apabila para generasi penerus nya Dididik oleh para pelaku KKN?
Belum lagi kita berbicara mengenai Perbuatan – perbuatan Kotor para Pendidik Bangsa, kita pun dihadapkan kepada persoalan mendasar yaitu mengenai Kompetensi para Pendidik yang masih dipertanyakan. Ini berkaitan dengan Sistem Penerimaan dan juga Penyeleksian Para Pendidik yang masih rentan dengan Praktem Kongkalingkon alias Kolusi dan Nepotisme yang menghilangkan kesempatan kepada para Pendidik yang betul-betul kompeten untuk menjadi Pendidik tetapi tidak bisa menjadi Pendidik yang telah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibanding yang tidak kompeten namun bisa menjadi seorang PNS karena melalakukan praktek Kotor di Dunia Pendidikan Bangsa Ini. Sungguh sebuah potret buram mengenai Dunia Pendidikan di Indonesia.
Menjadi Pendidik di Indonesia bukan menjadi seorang Pengabdi, melainkan sama hal nya dengan menjadi pekerja biasa yang ber-orientasi kepada hasil setiap bulan yang bisa menjanjikan. Hal ini dibarengi dengan sistem sertifikasi guru yang justru memperparah bukan memperbaiki sistem pendidikan dan sistem kualifikasi guru. Sistem Sertifikasi guru menjadikan guru hanya berfikir bahwa Seminar dan Pelatihan adalah sarana untuk menaikan tunjangan dan honor yang mereka terima hingga bisa dinaikan menjadi dua kali lipat dari gaji bulanan biasanya. Sehingga, Seminar dan Pelatihan bagi Guru merupakan sebuah BISNIS BARU di dunia pendidikan Bangsa ini yang cukup menjanjikan bagi para penyelenggara nya.
Maka yang pertama kali harus dilakukan adalah kembali kepada khitah pendidikan yang sesuai dengan UUD 1945 sebagai Dasar dari segala dasar Hukum di Indonesia. Jangan sampai Pendidikan di Indonesia menjadi sebuah Bisnis baru yang banyak digeluti oleh para Pengusaha Pendidikan. Saya adalah orang yang bersyukur bahwa UU BHP dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi kemarin ini. Karena banyak akan menimbulkan kontroversi meski hal tersebut dianggap sebagai sebuah UU yang baik. Maka semangat Pancasia dan Pembukaan UUD 1945 merupakan sebuah semangat solusi bagi Dunia Pendidikan Bangsa Indonesia yaitu bahwa Pendidikan adalah usaha untuk mencerdasakn kehidupan bangsa, bukan usaha untuk membodohkan kehidupan bangsa ini.
 

Translate

Search This Blog