0
3
0
Konotasi terhadap kata “negeri tak bertuan” adalah sebuah pulau kosong yang tak masuk ke dalam belahan Negara manapun, atau sebuah hamparan tanah yang berada diantara dua Negara sebagai batas antar Negara yang dijadikan sebagai patokan untuk kedua belah Negara. Tapi “negeri yang tak bertuan” yang saya maksud dalam judul tulisan ini bukanlah dua perumpamaan diatas, melainkan yang saya maksud adalah Kabupaten yang saya cintai dan diami ini, yaitu Kabupaten Subang.
0

0
Di awal tahun 90an, anak-anak Indonesia dimanjakan dengan berbagai macam tontonan film-film kartun Jepang. Pada saat itu, kartun jepang yang digawangi oleh Doraemon, Detective Conan, Dragon Ball masih bersaing dengan Kartun Amerika yang digawangi tokoh-tokoh kartun Wall Disney seperti Duffy Duck, Tom & Jerry, Simpson dll. Sehingga, anak-anak Indonesia dimanjakan saat itu imajinasi nya dengan suguhan kartun-kartun tersebut.
Adanya film kartun sebagai hiburan juga menjadi obat yang mujarab bagi perkembangan otak anak-anak. Anak-anak yang masih dalam tahap belum bisa membedakan mana sesuatu yang riil dan mana sesuatu yang imaginative diberikan pendidikan berkhayal yang baik sehingga dalam dirinya muncul hal-hal yang konseptual tentang segala sesuatu untuk kemudian nilai-nilainya bisa diberikan pelajaran di masa yang akan datang.
Berbeda dengan anak jaman sekarang yang seolah kehilangan semua itu. Anak jaman sekarang menghiasi imaginasi nya dengan Sinetron dan Film Hantu. Selain itu, untuk menghibur diri mereka sehari-hari, mereka dilengkapi dengan gadget keren super mahal yang dilengkapi dengan fitur game-game terbaru yang dengan mudah di download melalui jaringan internet.
Selain kartun, dijaman saya masih banyak sekali film Super Hero. Super Hero dari Satria Baja Hitam, Jiban, dan segala macam jenis Kamen Rider bersaing merebut hati dan pikiran anak-anak pada jaman itu melawan Super Hero Amerika seperti Super Man, Bat Man, Hulk dll yang secara garis imaji berfkir bahwa anak-anak pada masa nya harus diberikan asupan seperti masa nya. Jangan kita memberikan nasi pada anak-anak yang masih kecil yang belum bisa mengkonsumsi nasi, tapi berikanlah bubur.
0
0
Adanya kabar baik, di tiap tahun kala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan Nota Keuangan Negara dengan segala progresifitas dan kemajuan serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan keberadaan kita sebagai anggota G-20 atau Negara-negara yang memiliki kemajuan/pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.
0
Berbicara mengenai HMI, mungkin kita tidak akan pernah bias membatasi ruang gerak dan wilayah cakupan kerja nya. HMI sebagai sebuah organisasi Perkaderan juga sebagai sebuah Organisasi Kemahasiswaan yang tetap bergerak sebagai Oragnisasi Perjuangan telah banyak melahirkan ratusan bahkan ribuah Politisi, ribuan akademisi dll.
Kesuksesan Kerja Organisasi HMI dalam upaya menciptakan regenerasi Kepemimpinan Bangsa ini menjadikan Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam sebagai Organisasi terbesar selain Organisasi tertua yang mumpuni dalam jagat perpolitikan Indonesia. Sebagai sebuah organisasi HMI bias kita nayatakan sukses dalam merajut visi ber-organisasinya.
Perjalanan panjang disertai rasa kekeluargaan yang sangat tinggi sebagai Kader maupun Alumni terbukti ketika salah satu saudaranya “terluka” maka sodaranya yang lain akan ikut membantu secara full support tanpa membedakan “latar belakang” warna politik dan profesi. Siapapun yang menyerang kader HMI maka dia akan menjadi common enemy dari semua kader dan alumni HMI.
Rasa persaudaraan ini menjadi sebuah nilai lebih dari sebuah “hasil” perkaderan di HMI. Semuanya tumbuh dan berkembang menjadi sebuah penyatuan rasa, penyatuan visi dan penyatuan missi bahwasanya Indonesia harus menjadi Negara yang Adil Makmur dengan Ridho dari Allah SWT dimana Islam adalah sebagai Cord Idiologi dari semua Kader maupun Alumni HMI.
Secara garis besar, nilai-nilai Persaudaraan ini lahir dan tumbuh atas rasa yang sama ketika menjadi Kader, dan dipertemukan dalam satu mainstream pemikiran bahwa kader HMI adalah Kader ummat dan kader bangsa yang dididik menjadi Kader Insan Cita dimana perwujudannya adalah sebagai Insan akademis, Insan pencipta, Insan Pengabdi, dan Insan yang bernafaskan Islam dan Insan yang Bertanggung Jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.
Namun 63 tahun HMI berdiri, dengan banyaknya kader maupun alumni nya yang kemudian handal berpolitik dan berdinamika dalam kancah perubahan bangsa dan Negara, HMI belum menelurkan kader nya sebagai seorang “Bussines Leader” yang handal. Kenapa hal ini terjadi? Apa alasannya?
Mindstream Kader HMI pada umumnya adalah bagaimana bisa berusaha mewujudkan Indonesia adil makmur. Usaha mewujudkan itu adalah dengan cara bagaimana menggapai kekuasaan. Dan secara politik, hanya orang-orang politik saja yang bisa menggapai kekuasaan jika mau berkuasa dengan jalan memasuki lingkaran kekuasaan saja.
Aliran penganut bahwa kesejahteraan hanya bisa diwujudkan dengan cara berkuasa dan masuk ke dunia politik merupakan ciri pemikiran politik tahun 70an. Ciri ini dapat dilihat pada alumni-alumni HMI yang sudah settle di kekuasaan pada medio tahun tersebut.
Di jaman globalisasi saat ini, masih berlaku kah mainstream itu sebenarnya? Masihkah teori merebut tampuk kekuasaan lewat cara politik bisa mewujudkan missi HMI mewujudkan Indonesia Adil Makmur berlaku? Kita cari tahu jawabannya di edisi ke dua tulisan ini. Wassalam.
0
0
Judul nya agak ekstrem, karena judul diatas sama seperti membandingkan sebuah barang mewah yang meskipun harga nya sudah dimurahkan, tapi sebenarnya tetap saja mahal harganya, bagi siapapun yang belum bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Yang dalam bahasa ekstrem nya pula bisa ketemu makan pagi tapi belum ketemu makan sore harinya.
Kebijakan mobil murah sendiri sebenarnya diadakan oleh Pemerintah untuk memenuhi ekspektasi terhadap masyarakat miskin yang ingin memiliki mobil dengan harga terjangkau. Padahal jika kita resapi dalam-dalam pernyataan pemerintah tersebut, pertanyaan nya apakah benar bahwa masyarakat miskin membutuhkan mobil? Dan semurah apa mobil yang bisa dibeli oleh masyarakat miskin itu sendiri?
0
0
Belum lagi masalah bahwa Aceng ini menikahi seorang Perempuan yang belum genap berusia 18 Tahun yang secara Peraturan melanggar Undang-undang Pernikahan. Meskipun secara sanksi Hukum tidak ada, tetapi secara moral, perbuatan ini tidak mencerminkan bahwa Aceng dapat dijadikan contoh yang baik sebagai Pemimpin Keluarga dan juga Pemimpin Masyarakat di Kabupaten Garut. Pemberitaan di Media sendiri seperti melebih-lebihkan sebenarnya. Kesan yang didapat dari kasus pemberitaan mengenai Aceng Fikri yang telah melakukan Nikah Siri terkesan bahwa hanya Aceng Fikri lah yang melakukan Nikah Siri sebagai seorang pejabat. Benarkah hanya Aceng Fikri yang melakukan nikah siri? Kenapa Aceng Fikri bisa dengan mudah menikah lalu kemudian begitu saja bisa menceraikan?
Faktor utama yang membuat seorang Aceng Fikri bisa dengan mudah kawin cerai adalah dia seorang Pejabat. Dengan jabatannya inilah dia bisa dengan mudah menemukan perempuan cantik dan bisa diajak nikah. Tak dinyanya bahwa jabatan adalah bak barang berharga yang bisa menggoda iman wanita manapun di dunia ini tanpa terkecuali di Indonesia, apalagi dengan kekuasaan yang luas, seorang Bupati semacam Aceng Fikri bisa saja menunjuk wanita manapun yang dia sukai walau wanita nya sudah bersuami sekalipun. Presitise adalah harga yang ditawarkan kepada para perempuan yang mau dinikahi oleh seorang Bupati/Kepala Daerah.
Faktor Ekonomi dan Agama juga menjadi factor yang mendukung perkawinan siri terjadi. Hal yang mustahil terjadi kepada seorang Perempuan yang memiliki latar belakang keluarga yang kaya raya mau menjadi seorang istri siri, karena factor inilah biasanya siapa saja mau menjadi seorang yang dimadu, meskipun yang terjadi pada Fani Octora, bahwa Aceng Fikri mengaku sebagai seorang Duda tentunya jika keluarga yang kaya raya dan berpendidikan mungkin akan lebih teliti dalam memilih calon suami untuk anak-anaknya.
Faktor Agama pun membawa pengaruh yang sangat besar, apalagi dikabarkan bahwa keluarga Fani Octora adalah keluarga dari kalangan pesantren. Dalil dari Kitab Suci Al-Qur’an yang menyatakan bahwa seorang laki-laki boleh menikah sampai empat kali sering dijadikan alasan pembenar bahwa laki-laki boleh berpoligami merupakan alasan yang sangat fundamental dan kuat guna dijadikan pegangan oleh orang-orang semacam Aceng Fikri.
Tapi, lebih dari itu semua, sebenarnya apa yang terjadi kepada Fani Octora dan perempuan-perempuan lain yang menjadi istri-istri singkat Aceng Fikri adalah sebuah kasus yang terlalu dibesarkan, kenapa? Karena persoalan nikah siri pejabat pejabat di Negeri ini dengan para perempuan adalah kasus yang sudah tidak aneh. Sejak jaman Presiden Indonesia pertama yaitu Soekarno sudah melakukan pernikahan siri bahkan mungkin lebih banyak daripada seorang Aceng Fikri.
Jaman sekarang, jangankan Bupati, Seorang Kepala Desa saja bisa mempunyai Istri lebih dari satu. Apalagi Bupati? Bisa sepuluh orang. Dan satuhal lagi buat Gubernur dan Menteri yang mau mencopot dan member peringatan kepada Aceng Fikri soal nikah siri nya, apakah anda juga tidak punya istri simpanan? Atau hanya belum ketahuan saja punya istrin simpanan?
0
Sejak Internet menjadi barang yang mudah, sejak itu pula Bisnis Online pun menjadi sesuatu yang lumrah. Dari orang berjualan pakaian hingga orang berjualan “perempuan” bisa kita temui dan kita dapatkan di internet. Jaman yang makin mudah menjadikan semuanya semakin lumrah.
Lain halnya lagi jika melihat trend baru berbisnis Online melalui Layanan Jaringan Sosial Media di dunia maya seperti Facebook, twitter. Penggunaan Sosial Media untuk keperluan bisnis onlie memang baru terjadi belum lama, seiring dengan popularitas Jaringan Sosial media yang baru akhir-akhir ini terjadi di Indonesia dalam kurun waktu sekitar paling lama 3 tahun.
Pemanfaatan mungkin menjadi judul yang bisa dikatakan kepada para pengguna Layanan Sosial Media itu untuk kepentingan Bisnis Online dalam memasarkan produk-produk yang ditawarkan kepada konsumen seiring dengan semakin banyaknya pula Pengguna Facebook itu sendiri.
Seperti halnya Facebook dan Jejaring Sosial yang lain yaitu misalkan Twitter, Skype dll yang hari ini bisa kita akses dimana saja dan kapan saja melalui gadget sederhana seperi Handphone, ataupun menggunakan smartphone yang mulai banyak digunakan orang untuk dapat mengakses Jejaring-jejaring Sosial dan Internet, Bisnis pun kita bisa lakukan dimanapun dan kapanpun dengan Perangkat teknologi SmartPhone yang lebih memudahkan anda untuk berbisnis tanpa harus membuka took atau lapak di dunia nyata.
Fenomena BlackBerry dan Smartphone lain misalkan yang memiliki akses dan jejaring Messengger nya memiliki daya pikat untuk digunakan sebagai “alat” Berbisnis tanpa perlu repot-repot membuka atau menyewa sebuah Ruko untuk hanya sekedar berjualan seperti kosmetik, alay-alat kecantikan, pakaian perempuan, sepatu dll. Cukup anda sebar saja penawarannya dengan menyebarkan pesan, kemudian tinggal anda tunggu respon orang yang anda sudah sebarkan pesan nya. Mudah dan murah tak perlu repot.
Kecanggihan teknologi jaman sekarang memang bisa memudahkan semua orang. Dan tentunya selain memudahkan bisa membuat semua orang yang memiliki ide bisnis bisa dimanfaatkan untuk hal tersebut. Tak perlu susah untuk berpanas-panas dan menggunakan metode Door to Door lagi dalam menawarkan produk yang anda punya, cukup anda pasang produk anda di BlackBerry anda dan tinggal tunggu bagi yang berminat, meskipun salah satu kelemahan dari cara berbisnis melalui BBM ini adalah masih terbatas nya orang yang memakai Smartphone BlackBerry ini sendiri.
2
Tidak ada yang mau menjadi orang miskin, siapa pun di dunia ini pasti tidak akan ada yang mau. Karena menjadi miskin akan sangat menyiksa dan sangat direndahkan oleh orang lain. Oleh tetangga dijauhi, dan oleh orang kaya dihina. Dan bagi para politisi, orang miskin hanya dieksploitasi guna dijadikan alat kampanye dan merengkuh jabatan.
Di era Demokrasi sekarang, dimana suara rakyat menentukan seseorang dapat menjadi pemangku kebijakan sebuah pemerintahan, orang miskin hanyalah alat untuk kampanye. Orang miskin hanyalah lumbung suara yang didatangi 5 tahun sekali dan kemudian ditinggal pergi dilupakan dan akan kembali nanti 5 tahun lagi ketika ada kepentingan dengan demokrasi.
0
0
Semua orang pasti pernah membaca, apalagi membaca buku. Kadang membaca buku itu adalah upaya kita menghilangkan rasa bosan, ada pula yang memang hoby, dan ada pula ya mungkin sekedar bergaya dan bisa dilihat oleh orang-orang bahwa kita senang membaca, dan juga memang ada yang membaca untuk menghilangkan ketidak tahuan dalam dirinya.
Berbicara mengenai membaca buku, buku pertama yang saya bisa baca sampai habis adalah Buku Laskar Pelangi. Hehehe,,,,meskipun sebenarnya jika dikategorikan, bahwa buku tersebut bukan lah buku namun hanyalah sejenis novel. Namun, darisana lah justru saya terpantik untuk bisa membaca lebih banyak buku.
Laskar Pelangi telah menjadi sebuah pemicu dalam jiwa saya bahwa Membaca merupakan sebuah jalan untuk menjadi orang yang pintar. Pepatah kita pernah menyatakan bahwa Buku adalah Gudang Ilmu dan Membaca adalah Kuncinya. Artinya tak akan terbuka sebuah gudang ilmu jika kita tidak mempunyai kunci nya, atau dalam kata lain, mustahil pintar jika kita tidak membaca.
Laskar Pelangi sendiri saya kira memang novel yang sangat luar biasa. Kejeniusan Seorang Andrea Hirata dipadukan dengan unsur Melayu yang kental pada diri Andrea Hirata menjadikan dirinya seolah-olah seorang seniman kata yang menyajikan semua hal dengan begitu dramatis, bersajak dan tak putus arah selama membaca dari satu episode perjalanan hidup nya bersama kawan-kawannya sang-laskar pelangi.
Perjalanan hidup yang pahit dan getir dipadu dengan pengalaman bersama menjadikan kepahitan dan kegetiran hidup menjadi lebih berwarna. Pewarnaan itu dirangkai melalui sebuah alunan kata-kata yang indah sehingga para pembaca novel bisa sebentar tertawa sebentar menangis dan sebentar mengerenyitkan dahi. Sungguh sebuah novel yang indah. Maka memang tidak salah, waktu pun bisa bergulir dengan tanpa terasa ketika orang membaca novel tersebut. Saya sendiri hanya membutuhkan waktu semalam saja untuk bisa menyelsaikan novel tersebut.
Dari sana saya berfikir, ternyata membaca itu bisa asyik. Biasanya kita akan mulai merasa ngantuk kala sedang membaca. Baru lima sampai lima belas menit kita membaca, serangan ngantuk pasti akan datang dengan cepat. Tetapi membaca dengan asyik, maka semalaman tak tidur pun kita akan kuat.
Kunci nya memang ada pada kebiasaan itu sendiri. Dengan kita membiasakan diri untuk setiap hari berusaha membaca maka rasa mengantuk itu akan hilang, ataupun dalam bahasa lainnya daya tahan mata kita akan menjadi lebih kuat karena telah terbiasa untuk dibawa membaca buku, sehingga selain kita menjadi mempunyai banyak pengetahuan kita pun telah terbiasa membaca buku. Dan ketika bergaul dengan siapapun, bahkan dengan orang yang lebih pintar dari kita, karena kita sudah biasa membaca kita tidak terlalu sulit beradaptasi dan ketinggalan jaman.
Selain itu, dengan banyak membaca, sebenarnya kita telah berusaha untuk memerdekakan diri dari yang namanya Kebodohan. Ketika kita sulit dari penjajahan ekonomi dan budaya, maka keluar dari Penjajahan Kebodohan adalah merupakan salah satu jalan keluar guna merdeka dari penjajahan ekonomi dan budaya.
1
0
Tuhan, aku lelah dengan semua ini. Kapan semua ini akan berakhir? Kapan semua ini akan selesai? Tak ada kah yang bisa aku lakukan untuk memperbaiki keadaan yang melelahkan ini? Atau kah aku hanya harus diam melihat semua kerusakan yang diakibatkan nafsu besar manusia?
0
Hahahahaa,,,,,geli memang melihat kelakuan teman-teman saya akhir-akhir ini. Bukan bermaksud menertawakan namun memang begitulah keadaannya. Akhir-akhir ini semua teman-teman saya dan termasuk saya sedang gemar dengan hoby baru kami semua yaitu nge-blog.
0
SI "PITUNG" DARI BANTEN
Saturday, March 1, 2014 Sosial-Budaya
Bagi kita yang kenal film si Pitung, tentu tahu mengenai legenda si pitung yang suka merampok ke rumah-rumah orang kaya belanda lalu kemudian uang hasil rampokan dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Si Pitung yang merupakan cerita Legenda dari Betawi akrab di telinga kita karena cerita tersebut di film kan di layar televisi. Salah satu kelebihan dari si Pitung adalah tahan terhadap peluru dan kuat terhadap tebasan golok sehingga membuat si pitung berani merampok dan melakukan perlawanan terhadap para tentara Belanda.
Kini, si Pitung seperti hadir dalam diri Wawan alias Tb Chaeri Wardana yang merupakan adik dari Gubernur Non Aktif Banten, Ratu Atut Chosiyah. Wawan yang dikenal juga sebagai suami dari Walikota Tanggerang Selatan Airin Rahmi Diani sedang tersandung dalam kasus korupsi (suap) Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Muchtar dalam kasus Pilkada Lebak – Banten dan Kasus Korupsi Alat Kesehatan (Alkes) Pengprov Banten dan juga tuduhan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan dengan melibatkan beberapa aktris cantik.
Jika meliat sepak terjang nya, tentu ada kesamaan antara Wawan dengan Si Pitung, disamping sama-sama lelaki, wawan juga dikenal suka bagi-bagi kepada yang lain. Bedanya, jika si Pitung suka membagi-bagikan harta orang kaya untuk orang miskin yang kelaparan, justru wawan suka mengambil harta masyarakat guna dibagi-bagikan kepada orang yang sebetulnya sudah berada dalam batas kategori berkecukupan.
Orang-orang yang mendapat kucuran “uang haram” dari wawan diantaranya adalah para anggota DPRD Provinsi Banten dan juga artis-artis cantik Ibu Kota yang justru secara keberadaan materi, bisa dikatakan mereka sudah lebih cukup daripada masyarakat banten yang justru ironisnya lagi menurut banyak pemberitaan di media, jumlah rakyat miskin dan penderita gizi buruknya cukup banyak.
Selain itu, Banten sebagai sebua provinsi, dari total APBD nya hanya memiliki jumlah APBD sebesar 7 Triliun per tahun. Dari jumlah yang hanya sebesar itu – jika dibanding DKI dan Jawa Barat – APBD Banten masih lah sangat kecil harus dikorup pula dalam pengelolaan anggaran yang olehh notabene masih saudara dari Sang Gubernur nya sendiri.
Sungguh Ironis memang apa yang terjadi pada diri Wawan alias Tubagus Chaeri Wardana ini. Disamping dia sebagai seorang adik dari Gubernur Banten, dia juga merupakan seorang suami dari Wali Kota Tanggerang Selatan. Apabila dilihat dari kecukupan materi, Wawan beserta keluarga sudah memiliki banyak kelebihan dibanding rakyat Banten itu. Tetapi nafsu akan dunia menjadikan nya ingin seperti “menguasai” segala-galanya sampai pulau pun dibeli dan puluhan mobil mewah dikoleksi. Padahal dua mobil saja sudah pasti tidak akan bisa dikendarai secara bersamaan, apalagi puluhan mobil.
Apakah anugerah memiliki istri cantik, anak-anak yang sehat serta kecukupan materi masih kurang dimata Wawan? Ataukah memang nafsu dunia yang tidak akan pernah bisa memutus keinginan dari dalam diri?
Kelak, si pitung dari Banten ini, yang melakukan perbuatan yang sama seperti si pitung dari betawi akan merasakan akibat dari apa yang telah dilakukan olehnya. Jika si Pitung saja yang secara niat sudah baik meskipun dengan cara yang tidak baik akan mati, apalagi Wawan yang secara perbuatan dan niat nya pun bisa dikatakan tidak baik. Akhirnya semua hanya bisa jadi pelajaran untuk kita yang hanya bisa melihat dari layar televisi.
Seperti Negeri tak Bertuan
Tuesday, February 11, 2014 Umum
Konotasi terhadap kata “negeri tak bertuan” adalah sebuah pulau kosong yang tak masuk ke dalam belahan Negara manapun, atau sebuah hamparan tanah yang berada diantara dua Negara sebagai batas antar Negara yang dijadikan sebagai patokan untuk kedua belah Negara. Tapi “negeri yang tak bertuan” yang saya maksud dalam judul tulisan ini bukanlah dua perumpamaan diatas, melainkan yang saya maksud adalah Kabupaten yang saya cintai dan diami ini, yaitu Kabupaten Subang.
Sudah lama dalam hati rasa geram dan kesal menggerogoti hati, ingin berkata bahwa Kabupaten saya layaknya Kabupaten yang tak bertuan, yaitu Kabupaten yang seperti tidak memiliki Pemerintah. Tiap tahun jalanan rusak, berlubang, berdebu dan banyak korban kecelakaan hingga meninggal karena faktor jalanan. Tiap tahun pula pasti selalu ada pemandangan jalan yang ditanami oleh pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap hilang nya peran pemerintah dalam penanganan persoalan kerusakan jalan-jalan di kabupaten subang.
Kenapa bisa setiap tahun jalanan di kabupaten subang rusak? Mau berapa banyak orang meninggal karena sebab jalan rusak? Dimana peran pemerintah ketika jalanan satu diperbaiki kemudian jalan yang lain jadi rusak? Siapa yang salah ketika semua sudah banyak terjadi?
Selalu dan selalu dalih yang digunakan adalah kawasan jalan yang rusak adalah jalan pemerintah provinsi dan jalan pemerintah pusat, meskipun sebetulnya banyak pula jalan kategori jalan pemerintah daerah yang mengalami kerusakan. Lantas apakah jika yang rusak adalah jalan kategori jalan provinsi dan jalan pemerintah pusat, pemerintah daerah tidak punya kewajiban terhadap pemeliharaan dan perbaikan jalan tersebut?
Atau pemerintah daerah akan berlindung dibawah alasan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) belum disahkan sehingga pemerintah daerah belum bisa melakukan proses perbaikan terhadap semua rute jalan rusak yang ada di kategori jalan pemerintah daerah? Apakah rakyat awam akan mengerti terhadap itu semua?
Jika Pemerintah mau mengerti, persoalan mengenai kerusakan jalan sama halnya dengan persoalan mengenai bencana banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu dikawasan subang utara. Semua itu terjadi karena Pemerintah tidak perna serius dalam mengurusi semua persoalan hajat hidup manusia. Tidak ada kebijakan yang serius dan predictable, semua dilakukan seolah-olah tanpa rencana dan prediksi. Jika memang merencanakan, pemerintah seharusnya bisa pula memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi seperti kapan datangnya musim penghujan, kapan waktunya musim mudik dan lain-lain.
Ingatlah semboyan yang menyatakan bahwa: Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Jika pemerintah daerah dalam merencanakan saja sudah gagal, maka jangan berharap ada sebuah prestasi yang bisa diraih dalam masa atau periode pemerintahan kabupaten subang ini. Kabupaten ini hanya akan jadi Kabupaten tak bertuan, dimana rakyatnya akan merasa tak pernah dipimpin dan pemimpin nya tak memiliki yang dipimpin.
Tentang Sebuah Kehormatan #1
Tuesday, January 14, 2014 Sosial-Budaya
Di dunia ini, selain harta dan pasangan yang baik, manusia berusaha mengejar pula tahta. Dalam tahta ada sesuatu yang menjadi nilai lebih sehingga orang mati-matian dan bahkan sanggup menumpahkan darahnya guna mendapatkan kehormatan ini. Dalam semboyan Barat, ketiga hal tersebut disebut dalam istilah ‘Gold, Gospel dan Glory”.
Dalam konteks masyarakat Indonesia, kehormatan dan tahta tidak berselaras kedudukannya. Dijaman dahulu, persoalan tahta tidak berhubungan dengan kehormatan, karena persoalan tahta diturunkan secara turun temurun dalam lingkungan keluarga, yaitu keluarga kerajaan. Yang bersisa dalam dada masyarakat Indonesia hanyalah kehormatan, yang bercampur antara kehormatan pribadi dan kehormatan keluarga.
Istilah yang sering berkembang dalam menjaga kehormatan ini biasa ditemukan apabila akan ada pernikahan. Biasanya seseorang seperti dalam adat jawa diperlihatkan apabila memilih calon pasangan hidup, mereka harus melihat “bibit, bebet, bobot”.
Dalam konteks yang sebenarnya, kenapa ada istilah bibit, bebet dan bobot” adalah sebagai cara untuk menjaga nilai kehormatan yang ada pada keluarga sehingga kehormatan itu tetap bisa melekat dan dipertahankan. Karena kehormatan keluarga, bukan pada seberapa banyak harta yang dimiliki, dan seberapa tinggi jabatan sang kepala keluarga, melainkan pada seberapa baik perilaku sang pewaris nama keluarga.
Dalam sisi nilai, kehormatan sebenarnya bersifat abstrak. Kehormatan itu tidak berbentuk dan ukurannya berbeda tergantung budaya mana yang mengukur dan memberikan tolak ukurnya masing-masing. Karena dia abstrak, maka kebudayaan masing-masing dari suku bangsa itu memberikan tolak ukur, dan tolak ukur yang paling realistis di alam materiil ini adalah materi itu sendiri, dengan tambahan perasaan (norma) yang ada dan berlaku.
Maka dari itu, kenapa dalam menentukan pewaris keluarga harus ada syarat dan kriteria dikarenakan syarat dan kriteria itulah yang menjadi ukuran-ukuran materiil yang bisa ditentukan kadar cukup atau tidaknya, sehingga dari syarat dan kriteria tersebut seseorang bisa disebut pantas atau tidak menjadi pewaris kehormatan keluarga.
Anak Indonesia dan Imajinasi
Monday, January 13, 2014 Umum
Ketika melihat anak Indonesia jaman sekarang, dalam hati ini suka merasa kasihan sekali. Anak Indonesia jaman sekarang berbeda jauh dengan anak Indonesia dijaman saya ataupun jaman-jaman sebelum saya. Seperti terasa ada yang hilang dalam diri mereka. Yang hilang dari Anak Indonesia jaman sekarang adalah Imajinasi. Darimana datang nya Imajinasi itu? Dari apa-apa yang dilihat dan disaksikan oleh mata kita sehari-hari.
Di awal tahun 90an, anak-anak Indonesia dimanjakan dengan berbagai macam tontonan film-film kartun Jepang. Pada saat itu, kartun jepang yang digawangi oleh Doraemon, Detective Conan, Dragon Ball masih bersaing dengan Kartun Amerika yang digawangi tokoh-tokoh kartun Wall Disney seperti Duffy Duck, Tom & Jerry, Simpson dll. Sehingga, anak-anak Indonesia dimanjakan saat itu imajinasi nya dengan suguhan kartun-kartun tersebut.
Adanya film kartun sebagai hiburan juga menjadi obat yang mujarab bagi perkembangan otak anak-anak. Anak-anak yang masih dalam tahap belum bisa membedakan mana sesuatu yang riil dan mana sesuatu yang imaginative diberikan pendidikan berkhayal yang baik sehingga dalam dirinya muncul hal-hal yang konseptual tentang segala sesuatu untuk kemudian nilai-nilainya bisa diberikan pelajaran di masa yang akan datang.
Berbeda dengan anak jaman sekarang yang seolah kehilangan semua itu. Anak jaman sekarang menghiasi imaginasi nya dengan Sinetron dan Film Hantu. Selain itu, untuk menghibur diri mereka sehari-hari, mereka dilengkapi dengan gadget keren super mahal yang dilengkapi dengan fitur game-game terbaru yang dengan mudah di download melalui jaringan internet.
Selain kartun, dijaman saya masih banyak sekali film Super Hero. Super Hero dari Satria Baja Hitam, Jiban, dan segala macam jenis Kamen Rider bersaing merebut hati dan pikiran anak-anak pada jaman itu melawan Super Hero Amerika seperti Super Man, Bat Man, Hulk dll yang secara garis imaji berfkir bahwa anak-anak pada masa nya harus diberikan asupan seperti masa nya. Jangan kita memberikan nasi pada anak-anak yang masih kecil yang belum bisa mengkonsumsi nasi, tapi berikanlah bubur.
Maka apa yang terjadi di jaman sekarang merupakan dampak dari tidak adanya asupan gizi terhadap perkembangan otak kanan anak-anak jaman sekarang, terlebih dengan banyaknya sinetron dan film-film porno yang bisa diakses oleh anak-anak kecil dengan gadget yang dimiliki.
Hal yang beda dengan yang kita rasakan jaman dahulu, meskipun kita sadari bahwa Internet merupakan sebuah keniscayaan jaman, namun bahwa penggunaan itu dibebaskan kepada siapapun penggunanya termasuk anak kecil sekalipun artinya Internet secara Nilai sudah tidak memiliki Nilai pendidikan bagi penggunanya.
BULAN INI
Sunday, October 20, 2013 Umum
Judul nya mungkin agak aneh, tak seperti biasanya saya menulis dengan judul yang menggantung. Tapi tak apa-apa, karena mungkin lebih aneh nanti isinya. Oke kita mulai tulisan kita yang pertama di bulan ini sebagai berikut.
Bulan ini dimulai dengan guyuran hujan yang sangat lebat. Mengawali pembukaan bulan yang basah karena diakhiri dengan kata – kata “ber” yang dalam bahasa sunda dimaknai sebagai sebuah hal yang “lebat” seperti kata-kata orang tua jaman dahulu.
Sidang akhir skripsi saya yang tadinya telah saya gembar gembor akan dilaksanakan pada tanggal 8 oktober ini akhirnya diundur dan entah sampai kapan pengunduran jawdal sidang tersebut, akhirnya setelah sebelumnya mengeluarkan tenaga sampai 80% guna mengejar dosen agar nilai-nilai saya yang belum keluar bisa dikeluarkan ternyata karena ketidakpastian tersebut saya turunkan sampai minus 10%.
Kemudian bulan ini pun banyak yang menikah, maksud nya banyak undangan menikah. Ada lebih mungkin dari sepuluh undangan. Dan tentu saja sebagai seorang Indonesia saya tidak bisa datang begitu saja ke undangan tanpa member salam tempel. Jika sekali undangan saya member minimal Rp. 50.000,00 jika dikali sepuluh undangan sudah setengah juta rupiah saya habiskan, padahal untuk bayar sidang skripsi saja saya masih harus megap-megap nyari bantuan sana sini.
Menjelang Idul Adha undangan datang terus menerus sampai beres idul adha pun terus menerus ada undangan nikah. Sampai barusan buka facebook pun masih ada undangan nikah. Ya Allah berilah hamba rizki yang luar dan besar.
Kenapa banyak yang nikah? Karena tahun depan tidak boleh ada nikahan, bahkan tidak boleh ada rencana pergi jauh. Kenapa? karena tahun depan adalah tahun "alif" tahun dimana orang-orang tidak bisa melaksanakan rencana - rencana seperti hajatan atau pergi jauh, akan celaka katanya. Kata siapa? Kata orang tua jaman dahulu. Percaya atau tidak percaya silahkan.
Bulan ini dibuka dengan hujan namun hujan tak kunjung datang di tanggal 19, sampai akhirnya saya tidak kuar karena ingin merasakan hujan saya pergi ke daerah cikole, kebetulan katanya didaerah sana suka sering hujan dan ada kegiatan fakultas, sambil nengok sambil ingin merasakan hujan. Tapi hujan malah datang di subang dan tidak datang ke cikole #TepokJidat
Setelah kecewa karena hujan tak datang kecewa pula melihat anak-anak fakultas hukum tak becus mengkonsep acara mabim. Sudah habis kata-kata yang ingin diucapkan melihar segala macam kekonyolan acara mabim yang hanya diisi dengan acara game dan hiburan, kemudian malamnya diisi dengan stretching (marah-marah pada adek kelas tanpa jelas alasannya). Ini masih tanggal 20 oktober, masih ada sepuluh hari lagi bulan oktober ini. Mudah-mudahan berjalan dengan seperti apa yang saya pikirkan di sepuluh hari terakhir bulan oktober ini. Aminn
Bulan ini dimulai dengan guyuran hujan yang sangat lebat. Mengawali pembukaan bulan yang basah karena diakhiri dengan kata – kata “ber” yang dalam bahasa sunda dimaknai sebagai sebuah hal yang “lebat” seperti kata-kata orang tua jaman dahulu.
Sidang akhir skripsi saya yang tadinya telah saya gembar gembor akan dilaksanakan pada tanggal 8 oktober ini akhirnya diundur dan entah sampai kapan pengunduran jawdal sidang tersebut, akhirnya setelah sebelumnya mengeluarkan tenaga sampai 80% guna mengejar dosen agar nilai-nilai saya yang belum keluar bisa dikeluarkan ternyata karena ketidakpastian tersebut saya turunkan sampai minus 10%.
Kemudian bulan ini pun banyak yang menikah, maksud nya banyak undangan menikah. Ada lebih mungkin dari sepuluh undangan. Dan tentu saja sebagai seorang Indonesia saya tidak bisa datang begitu saja ke undangan tanpa member salam tempel. Jika sekali undangan saya member minimal Rp. 50.000,00 jika dikali sepuluh undangan sudah setengah juta rupiah saya habiskan, padahal untuk bayar sidang skripsi saja saya masih harus megap-megap nyari bantuan sana sini.
Menjelang Idul Adha undangan datang terus menerus sampai beres idul adha pun terus menerus ada undangan nikah. Sampai barusan buka facebook pun masih ada undangan nikah. Ya Allah berilah hamba rizki yang luar dan besar.
Kenapa banyak yang nikah? Karena tahun depan tidak boleh ada nikahan, bahkan tidak boleh ada rencana pergi jauh. Kenapa? karena tahun depan adalah tahun "alif" tahun dimana orang-orang tidak bisa melaksanakan rencana - rencana seperti hajatan atau pergi jauh, akan celaka katanya. Kata siapa? Kata orang tua jaman dahulu. Percaya atau tidak percaya silahkan.
Bulan ini dibuka dengan hujan namun hujan tak kunjung datang di tanggal 19, sampai akhirnya saya tidak kuar karena ingin merasakan hujan saya pergi ke daerah cikole, kebetulan katanya didaerah sana suka sering hujan dan ada kegiatan fakultas, sambil nengok sambil ingin merasakan hujan. Tapi hujan malah datang di subang dan tidak datang ke cikole #TepokJidat
Setelah kecewa karena hujan tak datang kecewa pula melihat anak-anak fakultas hukum tak becus mengkonsep acara mabim. Sudah habis kata-kata yang ingin diucapkan melihar segala macam kekonyolan acara mabim yang hanya diisi dengan acara game dan hiburan, kemudian malamnya diisi dengan stretching (marah-marah pada adek kelas tanpa jelas alasannya). Ini masih tanggal 20 oktober, masih ada sepuluh hari lagi bulan oktober ini. Mudah-mudahan berjalan dengan seperti apa yang saya pikirkan di sepuluh hari terakhir bulan oktober ini. Aminn
Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Hidup yang semakin Melebar.
Monday, September 23, 2013 Umum
Adanya kabar baik, di tiap tahun kala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan Nota Keuangan Negara dengan segala progresifitas dan kemajuan serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan keberadaan kita sebagai anggota G-20 atau Negara-negara yang memiliki kemajuan/pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.
Kabar baik yang membuat mata dan telinga kita seakan mendingin dan merasa bahwa kemajuan sudah didepan mata, meskipun pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selamanya linear dengan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bangsa dan Negara nya.
Pertumbuhan ekonomi Negara kita yang mencapai 6,3 % mencapai yang tertinggi di kawasan asia, dan hanya kalah oleh pertumbuhan ekonomi Tiongkok/Taiwan. Pertumbuhan ekonomi kita mengalahkan Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, India bahkan Cina, yaitu Negara yang sedang menampakan dirinya sebagai Negara Raksasa di Kawasan Asia.
Tapi kenapa yang disebut dengan pertumbuhan ekonomi seperti berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Masih banyak kasus kematian karena busung lapar, masih banyak rakyat yang dibawah garis kemiskinan, masih banyak jumlah pengangguran dan terus bertambah tiap tahunnya. Kenapa pertumbuhan ekonomi tidak sebanding dengan kenyataan yang ada di lapangan?
Jika kita pergi ke jalan raya, hal yang lebih riil dari angka pertumbuhan ekonomi akan kita temui secara nyata. Ketimpangan sosial menjadi lebih terlihat dengan jelas dibanding statistic ekonomi diatas sebuah kertas. Pengangguran jauh lebih membutuhkan sentuhan tangan pemerintah daripada iming-iming pertumbuhan ekonomi dua puluh tahun yang akan datang sekalipun. Anak-anak jalanan jauh lebih membutuhkan perhatian daripada pemimpin-pemimpin G20.
Apa yang dimaksud Pemerintah dengan pertumbuhan ekonomi sebenarnya?
Apa makna pertumbuhan tinggi ekonomi terhadap rakyatnya? Apa pertumbuhan ekonomi dapat menyalamatkan pendidikan setiap nasib anak bangsa yang tidak bisa sekolah? Apa pertumbuhan ekonomi bisa memberikan akses jalan yang bagus bagi setiap pekerja kasar di Indonesia setiap hari? Jika tidak bisa, maka pertumbuhan ekonomi itu hanyalah sebuah omong kosong.
Jika masih terjadi ketimpangan yang luar biasa antara si kaya dan si miskin, berarti pertumbuhan ekonomi adalah itu. Jika masih banyak rakyat Indonesia kelaparan, maka pertumbuhan ekonomi adalah itu. Jika pendidikan bagi setiap generasi baru Indonesia sangat menyusahkan, berarti yang disebut pertumbuhan ekonomi adalah itu. Dan jika kemacetan di jalanan ibu kota yang dipenuhi oleh mobil-mobil mewah sementara di pinggir nya terdapat orang minta-minta, maka yang disebut dengan pertumbuhan ekonomi adalah itu.
Mainstrem Perkaderan HMI #1
Ke-HMI-an
Berbicara mengenai HMI, mungkin kita tidak akan pernah bias membatasi ruang gerak dan wilayah cakupan kerja nya. HMI sebagai sebuah organisasi Perkaderan juga sebagai sebuah Organisasi Kemahasiswaan yang tetap bergerak sebagai Oragnisasi Perjuangan telah banyak melahirkan ratusan bahkan ribuah Politisi, ribuan akademisi dll.Kesuksesan Kerja Organisasi HMI dalam upaya menciptakan regenerasi Kepemimpinan Bangsa ini menjadikan Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam sebagai Organisasi terbesar selain Organisasi tertua yang mumpuni dalam jagat perpolitikan Indonesia. Sebagai sebuah organisasi HMI bias kita nayatakan sukses dalam merajut visi ber-organisasinya.
Perjalanan panjang disertai rasa kekeluargaan yang sangat tinggi sebagai Kader maupun Alumni terbukti ketika salah satu saudaranya “terluka” maka sodaranya yang lain akan ikut membantu secara full support tanpa membedakan “latar belakang” warna politik dan profesi. Siapapun yang menyerang kader HMI maka dia akan menjadi common enemy dari semua kader dan alumni HMI.
Rasa persaudaraan ini menjadi sebuah nilai lebih dari sebuah “hasil” perkaderan di HMI. Semuanya tumbuh dan berkembang menjadi sebuah penyatuan rasa, penyatuan visi dan penyatuan missi bahwasanya Indonesia harus menjadi Negara yang Adil Makmur dengan Ridho dari Allah SWT dimana Islam adalah sebagai Cord Idiologi dari semua Kader maupun Alumni HMI.
Secara garis besar, nilai-nilai Persaudaraan ini lahir dan tumbuh atas rasa yang sama ketika menjadi Kader, dan dipertemukan dalam satu mainstream pemikiran bahwa kader HMI adalah Kader ummat dan kader bangsa yang dididik menjadi Kader Insan Cita dimana perwujudannya adalah sebagai Insan akademis, Insan pencipta, Insan Pengabdi, dan Insan yang bernafaskan Islam dan Insan yang Bertanggung Jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.
Namun 63 tahun HMI berdiri, dengan banyaknya kader maupun alumni nya yang kemudian handal berpolitik dan berdinamika dalam kancah perubahan bangsa dan Negara, HMI belum menelurkan kader nya sebagai seorang “Bussines Leader” yang handal. Kenapa hal ini terjadi? Apa alasannya?
Mindstream Kader HMI pada umumnya adalah bagaimana bisa berusaha mewujudkan Indonesia adil makmur. Usaha mewujudkan itu adalah dengan cara bagaimana menggapai kekuasaan. Dan secara politik, hanya orang-orang politik saja yang bisa menggapai kekuasaan jika mau berkuasa dengan jalan memasuki lingkaran kekuasaan saja.
Aliran penganut bahwa kesejahteraan hanya bisa diwujudkan dengan cara berkuasa dan masuk ke dunia politik merupakan ciri pemikiran politik tahun 70an. Ciri ini dapat dilihat pada alumni-alumni HMI yang sudah settle di kekuasaan pada medio tahun tersebut.
Di jaman globalisasi saat ini, masih berlaku kah mainstream itu sebenarnya? Masihkah teori merebut tampuk kekuasaan lewat cara politik bisa mewujudkan missi HMI mewujudkan Indonesia Adil Makmur berlaku? Kita cari tahu jawabannya di edisi ke dua tulisan ini. Wassalam.
Mobil Murah dan Ketimpangan Hidup di Indonesia.
Sunday, September 22, 2013 Umum
Lagi soal Mobil Murah. Kebijakan aneh dan sangat tak masuk di akal. Menko Perekonomian Hatta Radjasa menyatakan bahwa kebijakan produksi mobil murah lebih baik diprioritaskan untuk eksport, bukan untuk konsumsi dalam negeri. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi dengan jelas dan terang-terangan menyatakan bahwa kebijakan produksi mobil mewah justru salah dan tidak sejalan dengan kebijakan Gubernur DKI yang sedang berperang melawan kemacetan.
Wapres Boediono sendiri dengan enteng malah menyatakan bahwa persoalan kemacetan terutama di DKI Jakarta akan dibantu oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Pusat tidak akan tinggal diam melihat pemerintah daerah berjuang sendirian mengatasi kemacetan. Benar kah apa yang dikatakan oleh Boediono?
Sejenak melihat kebijakan pemerintah dalam membolehkan produsksi besar-besaran mobil murah, seperti kebijakan yang melawan kebijakan usaha menghilangkan kemacetan itu sendiri. Sejatinya dikatakan bahwa produksi mobil murah adalah usaha bagaimana pemerintah pusat menghadirkan kendaraan yang terjangkau bagi rakyat miskin. Loh kok piye mas wapres?
Benarkah rakyat miskin butuh mobil? Semurah apa mobil yang bisa diberli oleh rakyat miskin itu sendiri? Apakah Pemerintah tutup mata atau pura-pura tidak tahu? Berapa persen yang hadir dalam pameran otomotif Indonesia yang berasal dari kalangan rakyat miskin? Apakah kepemilikan mobil menjadi ekspektasi riil masyarakat miskin Indonesia?
Jakarta yang memiliki tingkat kemacetan luar biasa akan tambah macet dan mungkin akan mengalami stuck in the road dari mulai jalan perumahan hingga jalan menuju lokasi – lokasi perkantoran sibuk karena kebijakan mobil murah ini. Berapa puluh juta mobil di Jakarta setiap hari mengisi jalan-jalan Ibu Kota dan terus bertambah, bukan hanya mobil murah, tapi mobil mewah pun tetap terus bertambah jumlahnya.
Kenapa pemerintah pusat tidak justru berupaya meningkatkan kualitas transportasi publik di darat agar lebih nyaman dan berkualitas? Bukan malah menambah jumlah ketersediaan mobil murah bagi masyarakat yang miskin.
Dan perlu di ingat bahwa masyarakat miskin bukan membutuhkan mobil murah, tetapi masyarakat miskin membutuhkan: Harga-harga bahan pokok yang murah dgn stok yg melimpah, kemanan dan ketertiban masyarakat, lapangan pekerjaan yang memadai, pendidikan yang murah tapi tidak murahan, dan juga biaya kesehatan gratis.
Akhirnya adanya kebijakan produksi masal mobil murah, hanya akan menambah lebar jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, karena semurah apapun “mobil murah” yang disebut dengan rakyat miskin tidak akan pernah bisa memiliki “mobil murah” tersebut.
Pemerintah jangan hanya bisa menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,3 % dan bangga dengan semua itu, jika ketimpangan ekonomi antara si miskin dan si kaya menjadi kian melebar jaraknya, atau justru angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 % itu adalah sama dengan melebarnya jarak antara si kaya dan si miskin yang disebut dengan bangga oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tingkat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
Mobil Murah dan Kacang Goreng
Saturday, September 21, 2013 Umum
Judul nya agak ekstrem, karena judul diatas sama seperti membandingkan sebuah barang mewah yang meskipun harga nya sudah dimurahkan, tapi sebenarnya tetap saja mahal harganya, bagi siapapun yang belum bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Yang dalam bahasa ekstrem nya pula bisa ketemu makan pagi tapi belum ketemu makan sore harinya.
Jangan sampai dalih pemerintah dalam mengadakan kebijakan produksi besar-besaran mobil murah ini disamakan dengan kemampuan masyarakat dalam membeli kacang goreng yang harganya murah sekali dan bahkan dijajakan oleh pedagang di pinggir jalan pada acara keramaian masyarakat seperti Jaipongan, Layar Tancap dan dangdutan.
Kebijakan mobil murah tentunya tidak seperti kebijakan impor beras, kedelai, dan juga segala macam kebijakan impor kebutuhan sehari-hari masyarakat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak yang disebabkan kekurangan stok didalam negeri sendiri, tapi kebijakan mobil mewah seperti hari ini hanya tetap akan dinikmati oleh mereka yang memiliki uang melimpah (uang nganggur) dan pasti hanya akan dibeli oleh mereka yang notabene sudah memiliki mobil sebelumnya.
Dan perlu dicatat pula, bahwa rakyat miskin tidak membutuhkan mobil murah. Rakyat miskin hanya butuh: Harga-harga bahan pokok yang murah dan stok yg melimpah, kemanan dan ketertiban masyarakat, lapangan pekerjaan yang memadai, pendidikan yang murah tapi tidak murahan, dan juga biaya kesehatan gratis. Bukan mobil murah yang dibutuhkan seperti layaknya alasan pemerintah dalam mengadakan kebijakan mengenai mobil murah ini berapa pun biaya nya.
Tentang Sebuah Gerakan
Thursday, January 3, 2013 Umum
Tadinya aku pengen bilang
Aku butuh rumah
Tapi lantas kuganti
Dengan kalimat:
Setiap orang butuh tanah
Ingat: Setiap orang
Yang bisa hidup dari sekepal nasi
Dan dari air sekendi
Aku butuh celana dan baju
Untuk menutupi kemaluanku
Aku butuh rumah
Tapi lantas kuganti
Dengan kalimat:
Setiap orang butuh tanah
Ingat: Setiap orang
Aku Berfikir tentang
Sebuah Gerakan
Tapi mana mungkin
Aku nuntut sendirian
Aku bukan orang suciYang bisa hidup dari sekepal nasi
Dan dari air sekendi
Aku butuh celana dan baju
Untuk menutupi kemaluanku
Aku berfikir tentang
Sebuah Gerakan
Tapi mana mungkin
Kalo diam
(WIdji Tukul)
Kontroversi Bupati Garut
Umum
Minggu ini selain Rhoma Irama yang mengemparkan dunia politik Indonesia, adapula Bupati Garut Aceng Fikri yang sama-sama menggemparkan dunia pemberitaan media. Kurang lebih dua pekan ini kita terus diramaikan oleh pemberitaan media tentang kasus nikah siri nya Bupati yang dulu mencalonkan diri bersama Dicky Chandra tapi kemudian putus di tengah jalan.
Kasus nikah siri yang dilakukan oleh Aceng Fikri begitu controversial, terutama soal cara dan pendapat Aceng dalam menceraikan sang istri siri nya. Aceng menceraikan istri siri nya tersebut dengan/melalui pesan singkat (sms), dan berkata bahwa menikahi perempuan itu tidak bedanya dengan membeli baju. Hal inilah yang merasa membuat semua orang terutama orang-orang Garut sendiri merasa bahwa Aceng sebagai Bupati sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa menjadi Tauladan yang baik sebagai seorang Pemimpin.
Belum lagi masalah bahwa Aceng ini menikahi seorang Perempuan yang belum genap berusia 18 Tahun yang secara Peraturan melanggar Undang-undang Pernikahan. Meskipun secara sanksi Hukum tidak ada, tetapi secara moral, perbuatan ini tidak mencerminkan bahwa Aceng dapat dijadikan contoh yang baik sebagai Pemimpin Keluarga dan juga Pemimpin Masyarakat di Kabupaten Garut. Pemberitaan di Media sendiri seperti melebih-lebihkan sebenarnya. Kesan yang didapat dari kasus pemberitaan mengenai Aceng Fikri yang telah melakukan Nikah Siri terkesan bahwa hanya Aceng Fikri lah yang melakukan Nikah Siri sebagai seorang pejabat. Benarkah hanya Aceng Fikri yang melakukan nikah siri? Kenapa Aceng Fikri bisa dengan mudah menikah lalu kemudian begitu saja bisa menceraikan?
Faktor utama yang membuat seorang Aceng Fikri bisa dengan mudah kawin cerai adalah dia seorang Pejabat. Dengan jabatannya inilah dia bisa dengan mudah menemukan perempuan cantik dan bisa diajak nikah. Tak dinyanya bahwa jabatan adalah bak barang berharga yang bisa menggoda iman wanita manapun di dunia ini tanpa terkecuali di Indonesia, apalagi dengan kekuasaan yang luas, seorang Bupati semacam Aceng Fikri bisa saja menunjuk wanita manapun yang dia sukai walau wanita nya sudah bersuami sekalipun. Presitise adalah harga yang ditawarkan kepada para perempuan yang mau dinikahi oleh seorang Bupati/Kepala Daerah.
Faktor Ekonomi dan Agama juga menjadi factor yang mendukung perkawinan siri terjadi. Hal yang mustahil terjadi kepada seorang Perempuan yang memiliki latar belakang keluarga yang kaya raya mau menjadi seorang istri siri, karena factor inilah biasanya siapa saja mau menjadi seorang yang dimadu, meskipun yang terjadi pada Fani Octora, bahwa Aceng Fikri mengaku sebagai seorang Duda tentunya jika keluarga yang kaya raya dan berpendidikan mungkin akan lebih teliti dalam memilih calon suami untuk anak-anaknya.
Faktor Agama pun membawa pengaruh yang sangat besar, apalagi dikabarkan bahwa keluarga Fani Octora adalah keluarga dari kalangan pesantren. Dalil dari Kitab Suci Al-Qur’an yang menyatakan bahwa seorang laki-laki boleh menikah sampai empat kali sering dijadikan alasan pembenar bahwa laki-laki boleh berpoligami merupakan alasan yang sangat fundamental dan kuat guna dijadikan pegangan oleh orang-orang semacam Aceng Fikri.
Tapi, lebih dari itu semua, sebenarnya apa yang terjadi kepada Fani Octora dan perempuan-perempuan lain yang menjadi istri-istri singkat Aceng Fikri adalah sebuah kasus yang terlalu dibesarkan, kenapa? Karena persoalan nikah siri pejabat pejabat di Negeri ini dengan para perempuan adalah kasus yang sudah tidak aneh. Sejak jaman Presiden Indonesia pertama yaitu Soekarno sudah melakukan pernikahan siri bahkan mungkin lebih banyak daripada seorang Aceng Fikri.
Jaman sekarang, jangankan Bupati, Seorang Kepala Desa saja bisa mempunyai Istri lebih dari satu. Apalagi Bupati? Bisa sepuluh orang. Dan satuhal lagi buat Gubernur dan Menteri yang mau mencopot dan member peringatan kepada Aceng Fikri soal nikah siri nya, apakah anda juga tidak punya istri simpanan? Atau hanya belum ketahuan saja punya istrin simpanan?
Adaptasi Bisnis Onlie
Saturday, December 22, 2012 Umum
Pagi ini ketika saya bangun dan kemudian saya membuka Smartphone BlackBerry saya, dan saya dapati telah ada dua BBM yang terkirim ke ponsel saya tersebut. Dua-dua nya isinya Broadcast (BC), yang satu Broadcast Perjuangan yang dikirim senior saya di jakarta, yang satu BC yang dikirim seseorang yang telah berganti Display Name nya menjadi semacam “SHOP” seperti itu.
Tentunya BC yang terakhir yang membuat saya tertarik, karena isinya adalah penawaran tentang produk – produk obat untuk pria dan wanita seperti pemutih dan pelangsing. Pada dasarnya, bisnis on-line bukan merupakan hal yang aneh dijaman sekarang ini. Puluhan situs bahkan mungkin ribuan situs adalah situs jual-beli online yang menyediakan berbagai jenis barang ataupun jasa yang bisa dicari cukup melalui internet.
Sejak Internet menjadi barang yang mudah, sejak itu pula Bisnis Online pun menjadi sesuatu yang lumrah. Dari orang berjualan pakaian hingga orang berjualan “perempuan” bisa kita temui dan kita dapatkan di internet. Jaman yang makin mudah menjadikan semuanya semakin lumrah.
Lain halnya lagi jika melihat trend baru berbisnis Online melalui Layanan Jaringan Sosial Media di dunia maya seperti Facebook, twitter. Penggunaan Sosial Media untuk keperluan bisnis onlie memang baru terjadi belum lama, seiring dengan popularitas Jaringan Sosial media yang baru akhir-akhir ini terjadi di Indonesia dalam kurun waktu sekitar paling lama 3 tahun.
Pemanfaatan mungkin menjadi judul yang bisa dikatakan kepada para pengguna Layanan Sosial Media itu untuk kepentingan Bisnis Online dalam memasarkan produk-produk yang ditawarkan kepada konsumen seiring dengan semakin banyaknya pula Pengguna Facebook itu sendiri.
Seperti halnya Facebook dan Jejaring Sosial yang lain yaitu misalkan Twitter, Skype dll yang hari ini bisa kita akses dimana saja dan kapan saja melalui gadget sederhana seperi Handphone, ataupun menggunakan smartphone yang mulai banyak digunakan orang untuk dapat mengakses Jejaring-jejaring Sosial dan Internet, Bisnis pun kita bisa lakukan dimanapun dan kapanpun dengan Perangkat teknologi SmartPhone yang lebih memudahkan anda untuk berbisnis tanpa harus membuka took atau lapak di dunia nyata.
Fenomena BlackBerry dan Smartphone lain misalkan yang memiliki akses dan jejaring Messengger nya memiliki daya pikat untuk digunakan sebagai “alat” Berbisnis tanpa perlu repot-repot membuka atau menyewa sebuah Ruko untuk hanya sekedar berjualan seperti kosmetik, alay-alat kecantikan, pakaian perempuan, sepatu dll. Cukup anda sebar saja penawarannya dengan menyebarkan pesan, kemudian tinggal anda tunggu respon orang yang anda sudah sebarkan pesan nya. Mudah dan murah tak perlu repot.
Kecanggihan teknologi jaman sekarang memang bisa memudahkan semua orang. Dan tentunya selain memudahkan bisa membuat semua orang yang memiliki ide bisnis bisa dimanfaatkan untuk hal tersebut. Tak perlu susah untuk berpanas-panas dan menggunakan metode Door to Door lagi dalam menawarkan produk yang anda punya, cukup anda pasang produk anda di BlackBerry anda dan tinggal tunggu bagi yang berminat, meskipun salah satu kelemahan dari cara berbisnis melalui BBM ini adalah masih terbatas nya orang yang memakai Smartphone BlackBerry ini sendiri.
KARENA MASIH BANYAK YANG LAPAR DAN MISKIN
Sunday, September 16, 2012 Politik
Tidak ada yang mau menjadi orang miskin, siapa pun di dunia ini pasti tidak akan ada yang mau. Karena menjadi miskin akan sangat menyiksa dan sangat direndahkan oleh orang lain. Oleh tetangga dijauhi, dan oleh orang kaya dihina. Dan bagi para politisi, orang miskin hanya dieksploitasi guna dijadikan alat kampanye dan merengkuh jabatan.Di era Demokrasi sekarang, dimana suara rakyat menentukan seseorang dapat menjadi pemangku kebijakan sebuah pemerintahan, orang miskin hanyalah alat untuk kampanye. Orang miskin hanyalah lumbung suara yang didatangi 5 tahun sekali dan kemudian ditinggal pergi dilupakan dan akan kembali nanti 5 tahun lagi ketika ada kepentingan dengan demokrasi.
Demokrasi yang semestinya menjadi sebuah jawaban atas berbagai persoalan yang mendera Bangsa ini ketika dipimpin oleh Soeharto di era Orde Baru telah menjadi semacam alat dan legitimasi atas sebuah status kepenguasaan. Demokrasi yang ada sekarang telah tercerabut dari nilai-nilai khitah nya dan hanya digunakan guna kepentingan berbagai pihak – pihak yang menginginkan kekuasaan.
Puluhan partai bahkan mungkin ratusan telah berdiri di Republik ini semenjak jaman Reformasi. Ribuan orang berlomba-lomba meraih kekuasaan dan kemudian menyalahgunakan nya untuk kepentingan pribadi dan kelompok nya masing-masing., dan sekali lagi rakyat miskin dan orang-orang kelaparan hanya menjadi alat guna meraih dukungan maksimal dari rakyat atas nama Demokrasi.
Sekarang ketika semua telah terlanjur menjadi bubur dimana Demokrasi tak ubah politik dagang sapi dengan menghalalkan segala cara dan jalan menghamburkan uang guna kepentingan politik dan orang miskin serta lapar menjadi lumbung-lumbung suara saja, perbaikan terhadap sistem ini harus segera diperbaiki.
Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi yang berasal dari Nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat yang kemudian telah terbiasa dilakukan guna Pembangunan dan upaya mensejahterakan masyarakat bisa tercapai. Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi Perwakilan yang menjunjung rahmat dan kebijaksanaan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kesalahan Orde Baru adalah bahwa Kekuasaan Eksekutif menjadi sangat absolute ketika Parlemen atau Lembaga Legislatif tidak memiliki power guna mengontrol jalan nya Pemerintah karena Sistem Perwakilannya dikebiri oleh Sistem Diktatorisme dan Militerisme. Sehingga sistem Kepartaian pun hanyalah sistem bermain mata.
Sekarang, ketika sistem kepartaian telah lebih baik dibanding dengan sistem sewaktu orde baru dahulu, dimana yang menjadi anggota legislatif lebih berkualitas secara intelektual sistem pemilihan langsung baik itu kepala daerah ataupun kepala negara harus dirubah guna memperbaiki sistem demokrasi langsung yang tidak bisa menjawab persoalan Pembangunan dan Usaha-usaha Kesejahteraan Rakyat.
Kembalikan sistem demokrasi kita dari sistem demokrasi langsung menjadi sistem perwakilan kembali, selain lebih memudahkan dalam usaha penetapan dan penurunan jika suatu saat seorang Kepala Negara ketika berbuat kesalahan, guna mengurangi beban anggaran yang digunakan dalam sistem pemilihan kepala daerah secara langsung. Karena Rakyat masih miskin dan masih banyak yang kelaparan, dan perbuatan eksploitasi merupakan paling bejat dalam politik dimana orang-orang miskin yang lapar dan kurang memahami politik dijadikan lumbung suara saja tanpa ada rasa benar-benar kepedulian terhadap pembangunan dan usaha-usaha kesejahteraan rakyat.
Puluhan partai bahkan mungkin ratusan telah berdiri di Republik ini semenjak jaman Reformasi. Ribuan orang berlomba-lomba meraih kekuasaan dan kemudian menyalahgunakan nya untuk kepentingan pribadi dan kelompok nya masing-masing., dan sekali lagi rakyat miskin dan orang-orang kelaparan hanya menjadi alat guna meraih dukungan maksimal dari rakyat atas nama Demokrasi.
Sekarang ketika semua telah terlanjur menjadi bubur dimana Demokrasi tak ubah politik dagang sapi dengan menghalalkan segala cara dan jalan menghamburkan uang guna kepentingan politik dan orang miskin serta lapar menjadi lumbung-lumbung suara saja, perbaikan terhadap sistem ini harus segera diperbaiki.
Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi yang berasal dari Nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat yang kemudian telah terbiasa dilakukan guna Pembangunan dan upaya mensejahterakan masyarakat bisa tercapai. Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi Perwakilan yang menjunjung rahmat dan kebijaksanaan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kesalahan Orde Baru adalah bahwa Kekuasaan Eksekutif menjadi sangat absolute ketika Parlemen atau Lembaga Legislatif tidak memiliki power guna mengontrol jalan nya Pemerintah karena Sistem Perwakilannya dikebiri oleh Sistem Diktatorisme dan Militerisme. Sehingga sistem Kepartaian pun hanyalah sistem bermain mata.
Sekarang, ketika sistem kepartaian telah lebih baik dibanding dengan sistem sewaktu orde baru dahulu, dimana yang menjadi anggota legislatif lebih berkualitas secara intelektual sistem pemilihan langsung baik itu kepala daerah ataupun kepala negara harus dirubah guna memperbaiki sistem demokrasi langsung yang tidak bisa menjawab persoalan Pembangunan dan Usaha-usaha Kesejahteraan Rakyat.
Kembalikan sistem demokrasi kita dari sistem demokrasi langsung menjadi sistem perwakilan kembali, selain lebih memudahkan dalam usaha penetapan dan penurunan jika suatu saat seorang Kepala Negara ketika berbuat kesalahan, guna mengurangi beban anggaran yang digunakan dalam sistem pemilihan kepala daerah secara langsung. Karena Rakyat masih miskin dan masih banyak yang kelaparan, dan perbuatan eksploitasi merupakan paling bejat dalam politik dimana orang-orang miskin yang lapar dan kurang memahami politik dijadikan lumbung suara saja tanpa ada rasa benar-benar kepedulian terhadap pembangunan dan usaha-usaha kesejahteraan rakyat.
TRADISI MUDIK #1
Thursday, August 16, 2012 Umum
Mudik merupakan sebuah tradisi yang sudah berlangsung lama dilakukan oleh umat muslim indonesia. Tradisi ini berakar pada kenyataan bahwa sulitnya lapangan pekerjaan di daerah sehingga orang berbondong-bondong pergi ke kota untuk mencari penghasilan yang lebih sehingga pada satu waktu bisa kembali ke daerah masing-masing guna membuktikan sesuatu kepada sanak family bahwa dirinya sudah sukses di tempat yang baru.
Mudik memang tidak terbatas pada ukuran sebuah kota. Artinya yang mudik tidak harus berasal dari jakarta yang merupakan Ibu Kota negara ke daerah di pedesaan yang jauh dari mana-mana. Tetapi mudik mengandung sebuah nilai pencarian dan akan kesejahteraan baik di kota besar maupun di daerah kecil, asal bisa mendapatkan kesejahteraan disana lah orang – orang berbondong-bondong untuk mencari nafkah dan kesejahteraan.
Mudik pun dilakukan karena masih adanya sanak family atau orang tua sebagai tujuan. Meminta restu kedua orang tua dan memohon maaf atas berbagai kesalahan yang telah dilakukan dimasa lalu adalah motivasi nya karena belum tentu tahun depan mereka (para pemudik) bisa berjumpa dengan para orang tua nya kembali.
Selain itu, motivasi ekonomi merupakan sesuatu yang lazim dijadikan alasan oleh para pemudik.
Memperlihatkan bahwa mereka yang mudik sudah menjadi orang sukses, sejahtera, bahagia dan mempunyai segenap penghasilan lebih untuk diperlihatkan kepada para sanak family tak jarang juga menjadi penyebab kenapa seseorang bisa nekat untuk (harus) mudik dan dilakukan di bulan ramadhan atau menjelang hari raya idul fitri, dan keinginan untuk membuktikan bahwa kenekadan mereka untuk merantau (mengadu nasib) guna mendapatkan kehidupan yang lebih baik tak sia-sia belaka.
Maka dari itu, bisa dilihat kenapa ada para perantau yang tidak mudik pasti alasannya hanya dua, karena belum sukses atau karena orang tua sudah tidak ada. Karena berat jika melakukan mudik tanpa persiapan yang ekstra besar, terutama persiapan uang. Sebagai seseorang yang sudah sukses tentunya hal tersebut harus diperlihatkan, minimal keluarga yang ada bisa kebagian rezeki.
Selain itu dengan menempuh perjalanan yang jauh, membutuhkan biaya yang sangat besar sekali. Untuk transport, untuk akomodasi dan untuk oleh-oleh bagi saudara di kampung halaman, karena mudik tanpa oleh-oleh adalah hal yang mustahil. Saya bertanya kepada seorang teman yang berasal dari solo-jawa tengah, dan orang tua nya sudah sukses di jakarta kenapa mesti harus menggunakan mobil untuk bermudik ke Solo sana, padahal dengan kondisi ekonomi yang ada dia sangat sanggup sekali jika hanya untuk membeli tiket pesawat saja. Dengan menggunakan pesawat, jarak antara Jakarta-Solo hanya ditempuh dengan 1 jam saja, sedangkan dengan menggunakan Mobil, semua itu harus ditempuh dengan waktu satu hari satu malam. Namun memang entah karena tradisi atau apa, dia hanya bilang capek waktu mudik itu seni nya mudik. Hahahaha.....
Yah walau bagaimana pun, tradisi mudik ini memang sebuah tradisi yang “asli” Indonesia. Tradisi yang mungkin akan terus berjalan hingga puluhan tahun yang akan datang. Tradisi yang membuat Pemerintah harus siap siaga untuk mengawal nya, dari mulai mudik sampai arus balik karena agenda mudik ini sudah menjadi agenda resmi Pemerintah. Mulai dari perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, peningkatan pelayanan sarana dan prasarana transportasi (akutan jalan darat, air dan udara) dan juga pelayanan keamanan selama arus mudik dan arus balik adalah sudah seperti kewajiban Pemerintah. Karena ditenggarai, uang yang berputar selama arus mudik dan arus balik ini bisa mencapai hingga triliunan rupiah.
Selain itu, motivasi ekonomi merupakan sesuatu yang lazim dijadikan alasan oleh para pemudik.
Memperlihatkan bahwa mereka yang mudik sudah menjadi orang sukses, sejahtera, bahagia dan mempunyai segenap penghasilan lebih untuk diperlihatkan kepada para sanak family tak jarang juga menjadi penyebab kenapa seseorang bisa nekat untuk (harus) mudik dan dilakukan di bulan ramadhan atau menjelang hari raya idul fitri, dan keinginan untuk membuktikan bahwa kenekadan mereka untuk merantau (mengadu nasib) guna mendapatkan kehidupan yang lebih baik tak sia-sia belaka.
Maka dari itu, bisa dilihat kenapa ada para perantau yang tidak mudik pasti alasannya hanya dua, karena belum sukses atau karena orang tua sudah tidak ada. Karena berat jika melakukan mudik tanpa persiapan yang ekstra besar, terutama persiapan uang. Sebagai seseorang yang sudah sukses tentunya hal tersebut harus diperlihatkan, minimal keluarga yang ada bisa kebagian rezeki.
Selain itu dengan menempuh perjalanan yang jauh, membutuhkan biaya yang sangat besar sekali. Untuk transport, untuk akomodasi dan untuk oleh-oleh bagi saudara di kampung halaman, karena mudik tanpa oleh-oleh adalah hal yang mustahil. Saya bertanya kepada seorang teman yang berasal dari solo-jawa tengah, dan orang tua nya sudah sukses di jakarta kenapa mesti harus menggunakan mobil untuk bermudik ke Solo sana, padahal dengan kondisi ekonomi yang ada dia sangat sanggup sekali jika hanya untuk membeli tiket pesawat saja. Dengan menggunakan pesawat, jarak antara Jakarta-Solo hanya ditempuh dengan 1 jam saja, sedangkan dengan menggunakan Mobil, semua itu harus ditempuh dengan waktu satu hari satu malam. Namun memang entah karena tradisi atau apa, dia hanya bilang capek waktu mudik itu seni nya mudik. Hahahaha.....
Yah walau bagaimana pun, tradisi mudik ini memang sebuah tradisi yang “asli” Indonesia. Tradisi yang mungkin akan terus berjalan hingga puluhan tahun yang akan datang. Tradisi yang membuat Pemerintah harus siap siaga untuk mengawal nya, dari mulai mudik sampai arus balik karena agenda mudik ini sudah menjadi agenda resmi Pemerintah. Mulai dari perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, peningkatan pelayanan sarana dan prasarana transportasi (akutan jalan darat, air dan udara) dan juga pelayanan keamanan selama arus mudik dan arus balik adalah sudah seperti kewajiban Pemerintah. Karena ditenggarai, uang yang berputar selama arus mudik dan arus balik ini bisa mencapai hingga triliunan rupiah.
LASKAR PELANGI; MY FIRST BOOK
Umum
Semua orang pasti pernah membaca, apalagi membaca buku. Kadang membaca buku itu adalah upaya kita menghilangkan rasa bosan, ada pula yang memang hoby, dan ada pula ya mungkin sekedar bergaya dan bisa dilihat oleh orang-orang bahwa kita senang membaca, dan juga memang ada yang membaca untuk menghilangkan ketidak tahuan dalam dirinya.
Yang paling saya senang ketika berkunjung ke rumah salah seorang senior adalah senior yang di rumah nya banyak sekali terdapat buku-buku, dan yang senior yang paling baik adalah senior yang bisa meminjamkan bukunya. Dan cirri-ciri senior pintar itu adalah senior yang memakai kaca mata, karena saking sering nya baca buku dia menjadi harus pakai kaca mata
Berbicara mengenai membaca buku, buku pertama yang saya bisa baca sampai habis adalah Buku Laskar Pelangi. Hehehe,,,,meskipun sebenarnya jika dikategorikan, bahwa buku tersebut bukan lah buku namun hanyalah sejenis novel. Namun, darisana lah justru saya terpantik untuk bisa membaca lebih banyak buku.
Laskar Pelangi telah menjadi sebuah pemicu dalam jiwa saya bahwa Membaca merupakan sebuah jalan untuk menjadi orang yang pintar. Pepatah kita pernah menyatakan bahwa Buku adalah Gudang Ilmu dan Membaca adalah Kuncinya. Artinya tak akan terbuka sebuah gudang ilmu jika kita tidak mempunyai kunci nya, atau dalam kata lain, mustahil pintar jika kita tidak membaca.
Laskar Pelangi sendiri saya kira memang novel yang sangat luar biasa. Kejeniusan Seorang Andrea Hirata dipadukan dengan unsur Melayu yang kental pada diri Andrea Hirata menjadikan dirinya seolah-olah seorang seniman kata yang menyajikan semua hal dengan begitu dramatis, bersajak dan tak putus arah selama membaca dari satu episode perjalanan hidup nya bersama kawan-kawannya sang-laskar pelangi.
Perjalanan hidup yang pahit dan getir dipadu dengan pengalaman bersama menjadikan kepahitan dan kegetiran hidup menjadi lebih berwarna. Pewarnaan itu dirangkai melalui sebuah alunan kata-kata yang indah sehingga para pembaca novel bisa sebentar tertawa sebentar menangis dan sebentar mengerenyitkan dahi. Sungguh sebuah novel yang indah. Maka memang tidak salah, waktu pun bisa bergulir dengan tanpa terasa ketika orang membaca novel tersebut. Saya sendiri hanya membutuhkan waktu semalam saja untuk bisa menyelsaikan novel tersebut.
Dari sana saya berfikir, ternyata membaca itu bisa asyik. Biasanya kita akan mulai merasa ngantuk kala sedang membaca. Baru lima sampai lima belas menit kita membaca, serangan ngantuk pasti akan datang dengan cepat. Tetapi membaca dengan asyik, maka semalaman tak tidur pun kita akan kuat.
Kunci nya memang ada pada kebiasaan itu sendiri. Dengan kita membiasakan diri untuk setiap hari berusaha membaca maka rasa mengantuk itu akan hilang, ataupun dalam bahasa lainnya daya tahan mata kita akan menjadi lebih kuat karena telah terbiasa untuk dibawa membaca buku, sehingga selain kita menjadi mempunyai banyak pengetahuan kita pun telah terbiasa membaca buku. Dan ketika bergaul dengan siapapun, bahkan dengan orang yang lebih pintar dari kita, karena kita sudah biasa membaca kita tidak terlalu sulit beradaptasi dan ketinggalan jaman.
Selain itu, dengan banyak membaca, sebenarnya kita telah berusaha untuk memerdekakan diri dari yang namanya Kebodohan. Ketika kita sulit dari penjajahan ekonomi dan budaya, maka keluar dari Penjajahan Kebodohan adalah merupakan salah satu jalan keluar guna merdeka dari penjajahan ekonomi dan budaya.
PENGANGGURAN DENGAN SERIBU MIMPI
Sunday, August 12, 2012 Filsafat
Aku adalah seorang pengangguran.
Aku mempunyai banyak mimpi namun tak tahu cara mewujudkannya.
Aku ingin kaya tapi aku malas bekerja.
Ini lah aku sang pengangguran yang punya seribu mimpi.
Aku sang pemimpi.
Yang berangkat gagah keluar rumah
Pergi seperti pekerja
Pulang seperti pengusaha
Aku lah sang pemimpi yang pengangguran
Calon mertua ku sudah tak sabar
Calon istriku sudah cinta mati
Namun aku masih punya mimpi
Mimpi yg harus diwujudkan tanpa tahu caranya
Aku mempunyai banyak mimpi namun tak tahu cara mewujudkannya.
Aku ingin kaya tapi aku malas bekerja.
Ini lah aku sang pengangguran yang punya seribu mimpi.
Indah nya mimpi-mimpi ku
Saking indah hingga aku malas untuk bangun
Malas untuk makan
Kecuali makanan nya sudah siap.
Aku sang pemimpi.
Yang berangkat gagah keluar rumah
Pergi seperti pekerja
Pulang seperti pengusaha
Aku sang pemimpi
Yang kuliah nya belum juga usai
Yang bayaran nya terus bertambah
Yang wisuda nya entah kapan
Aku lah sang pemimpi yang pengangguran
Calon mertua ku sudah tak sabar
Calon istriku sudah cinta mati
Namun aku masih punya mimpi
Mimpi yg harus diwujudkan tanpa tahu caranya
“SEPUCUK SURAT UNTUK TUHAN”
Thursday, August 9, 2012 Filsafat
Tuhan, aku lelah dengan semua ini. Kapan semua ini akan berakhir? Kapan semua ini akan selesai? Tak ada kah yang bisa aku lakukan untuk memperbaiki keadaan yang melelahkan ini? Atau kah aku hanya harus diam melihat semua kerusakan yang diakibatkan nafsu besar manusia?
Apa yang harus kulakukan Tuhan? Menunggu Utusan-Mu sangat menguras kesabaran ku. Entah berapa ribu lagi manusia yang harus mati setiap hari karena kekejaman manusia-manusia yang mengatasnama kan Perdamaian Dunia dan Idiologi. Berapa ribu orang lagi manusia yang harus mati sia-sia karena kelaparan yang disebabkan oleh ketidak becusan pemimpin-pemimpin Negeri nya.
Aku lelah Tuhan, tolong lah hamba mu ini. Berikan sedikit rasa sabar pada hamba Mu ini yang sedang berada dalam masa kelelahan dan hampir putus asa. Aku sangat lelah Tuhan, tak ada kah yang bisa memberikan ku jaminan waktu kapan Dia akan turun ke Bumi ini? Jangan biarkan hamba-Mu ini menjadi hamba yang berputus ada Ya Tuhan,,,,karena putus asa sama dengan mati sebelum mati.
Tak lelah kah Engkau melihat angkara murka, kejahatan, perbuatan-perbuatan hina, dan kemaksiatan yang terus-terus merajalela di muka bumi-Mu ini ya Tuhanku….??? Tak menyesalkah Engkau mengangkat para pemimpin di Negeri-negeri Mu yang tak ber-amanah kepada Tugas dan Tanggung Jawab nya?
Bukan masalah Pengetahuan-Mu yang aku tak inginkan, tapi menjadi orang yang sedikit lebih tahu membuat ku merasa terbebani Ya Tuhanku… aku bersyukur menjadi hamba yang diberi sedikit pengetahuan oleh Mu Ya Tuhan, namun semua terasa menyiksa ketika hati dan mata ku diharuskan melihat sesuatu yang tak ingin ku lihat. Penderitaan, Kelaparan, Kemalangan, dan berbagai hal yang tak semestinya dirasakan oleh para umat-Mu yang beriman padamu.
Tolonglah Tuhan, hapuskan air mata itu!! Air mata teman, saudara, dan sahabat-sahabat ku sesama muslim, dimanapun dia berada dan apapun bentuk kemalangan nya. Engkau lah pelipur lara dan sedihku,,,,Engkau lah awal dan akhir ku. Hanya Kepada-Mu aku memuja, dan hanya Kepada-Mu aku mengemis pertolongan. Kepada-Mu aku berlindung dari segala mara bahaya dan kemalangan.
Tak lelah kah Engkau melihat angkara murka, kejahatan, perbuatan-perbuatan hina, dan kemaksiatan yang terus-terus merajalela di muka bumi-Mu ini ya Tuhanku….??? Tak menyesalkah Engkau mengangkat para pemimpin di Negeri-negeri Mu yang tak ber-amanah kepada Tugas dan Tanggung Jawab nya?
Bukan masalah Pengetahuan-Mu yang aku tak inginkan, tapi menjadi orang yang sedikit lebih tahu membuat ku merasa terbebani Ya Tuhanku… aku bersyukur menjadi hamba yang diberi sedikit pengetahuan oleh Mu Ya Tuhan, namun semua terasa menyiksa ketika hati dan mata ku diharuskan melihat sesuatu yang tak ingin ku lihat. Penderitaan, Kelaparan, Kemalangan, dan berbagai hal yang tak semestinya dirasakan oleh para umat-Mu yang beriman padamu.
Tolonglah Tuhan, hapuskan air mata itu!! Air mata teman, saudara, dan sahabat-sahabat ku sesama muslim, dimanapun dia berada dan apapun bentuk kemalangan nya. Engkau lah pelipur lara dan sedihku,,,,Engkau lah awal dan akhir ku. Hanya Kepada-Mu aku memuja, dan hanya Kepada-Mu aku mengemis pertolongan. Kepada-Mu aku berlindung dari segala mara bahaya dan kemalangan.
“HEBOH NGE-BLOG”
Wednesday, August 1, 2012 Umum
Hahahahaa,,,,,geli memang melihat kelakuan teman-teman saya akhir-akhir ini. Bukan bermaksud menertawakan namun memang begitulah keadaannya. Akhir-akhir ini semua teman-teman saya dan termasuk saya sedang gemar dengan hoby baru kami semua yaitu nge-blog.
Nge-blog bukan hal baru memang, tapi terasa demam seperti ini adalah sesuatu yang baru. Ada sebuah nuansa yang lebih hangat diantara teman-teman saya semua tentang bagaimana rasanya nge-blog diantara teman-teman saya yang hari ini nge-blog. Setiap hari pemandangan yang terjadi adalah teman-teman saya semua men-share alamat link mereka ke facebook agar dilihat dan dikunjungi oleh teman-teman mereka semua yang melihat.
Belum lagi ada yang setiap hari kerjanya hanya menghitung jumlah pengunjung yang datang ke blog nya. Asyik memang, karena semakin banyak yang datang ke blog kita artinya semakin mungkin juga orang berkomentar atas sesuatu yang kita posting di blog kita. Dan anda tahu sangat bahagia rasanya jika blog kita ada yang berkomentar didalamnya.
Adapula yang kerjanya memposting video-video peristiwa – peristiwa terkini. Yang lainnya adapula yang kerjanya membuat template untuk blog nya agar makin kinclong. Dan yang paling kasihan adalah yang membuat blog tapi beda tempat blog. Dia kebingungan sendiri menemukan widge-widget nya karena yang jadi referensi nya adalah teman-temannya yang satu jenis blog sedangkan dia menggunakan jenis blog yang lain.
Nge-blog memang asyik, dengan nge-blog kita bisa menuangkan ide dalam pikiran kita menjadi sebuah tulisan dan membagikan nya ke seluruh dunia. Karena dengan jaringan dunia maya, tulisan kita bisa diakses siapa saja dan dari mana saja di belahan dunia manapun. Apapun isi tulisan anda, baik itu hanya berupa puisi, cerita lucu, fiksi, sajak, prosa, opini, ataupun hasil rangkuman bahan kuliah yang anda share itu di blog, tidak ada batasannya. Semua sah dan semua gratis – itu pun jika anda menggunakan blog gratis…. Hehehehee…
Untuk diri saya sendiri, ada kenikmatan yang bisa saya rasakan ketika nge-blog. Saya bisa berteriak – teriak sepuasnya mengutarakan ketidak puasanan saya terhadap kepemimpinan SBY misalkan. Daripada saya berteriak-teriak sendirian di jalanan lebih baik saya berteriak di blog dan tidak ada satupun yang melarang atau menahan saya.
Disamping itu saya kemudian menemukan “gaya” saya sendiri dalam menulis. Saya menemukan karakter saya yang terus saya asah disetiap tulisan yang saya buat. Saya dan teman-teman saya semua pernah melaksanakan training jurnalistik, dengan materi yang sama dalam training tersebut, tetapi tidak sama dalam gaya dan karakter penulisan. Syukur sebenarnya ketika ada “mainan baru” ini. Semua menjadi lebih sibuk memikirkan apa yang akan diposting dari memikirkan perut yang lapar dan membicarakan orang lain.
Syukur karena di Bulan Ramadhan ini aktifitas kami (saya dan teman-teman) bisa dipermudah oleh Yang Maha Kuasa untuk ber-kreativitas atas semua tulisan – tulisan kami. Semoga hoby yang tidak baru ini bukan merupakan sebuah hoby yang sesaat. Karena meskipun tidak menghasilkan, namun minimal kesibukan ini disuatu saat nanti melahirkan sebuah hasil yang lebih berharga dibanding nilai mata uang manapun. Karena karya yang akan kita hasilkan justru akan lebih membuat kita dikenal dibanding jumlah uang yang besar sekalipun.
Adapula yang kerjanya memposting video-video peristiwa – peristiwa terkini. Yang lainnya adapula yang kerjanya membuat template untuk blog nya agar makin kinclong. Dan yang paling kasihan adalah yang membuat blog tapi beda tempat blog. Dia kebingungan sendiri menemukan widge-widget nya karena yang jadi referensi nya adalah teman-temannya yang satu jenis blog sedangkan dia menggunakan jenis blog yang lain.
Nge-blog memang asyik, dengan nge-blog kita bisa menuangkan ide dalam pikiran kita menjadi sebuah tulisan dan membagikan nya ke seluruh dunia. Karena dengan jaringan dunia maya, tulisan kita bisa diakses siapa saja dan dari mana saja di belahan dunia manapun. Apapun isi tulisan anda, baik itu hanya berupa puisi, cerita lucu, fiksi, sajak, prosa, opini, ataupun hasil rangkuman bahan kuliah yang anda share itu di blog, tidak ada batasannya. Semua sah dan semua gratis – itu pun jika anda menggunakan blog gratis…. Hehehehee…
Untuk diri saya sendiri, ada kenikmatan yang bisa saya rasakan ketika nge-blog. Saya bisa berteriak – teriak sepuasnya mengutarakan ketidak puasanan saya terhadap kepemimpinan SBY misalkan. Daripada saya berteriak-teriak sendirian di jalanan lebih baik saya berteriak di blog dan tidak ada satupun yang melarang atau menahan saya.
Disamping itu saya kemudian menemukan “gaya” saya sendiri dalam menulis. Saya menemukan karakter saya yang terus saya asah disetiap tulisan yang saya buat. Saya dan teman-teman saya semua pernah melaksanakan training jurnalistik, dengan materi yang sama dalam training tersebut, tetapi tidak sama dalam gaya dan karakter penulisan. Syukur sebenarnya ketika ada “mainan baru” ini. Semua menjadi lebih sibuk memikirkan apa yang akan diposting dari memikirkan perut yang lapar dan membicarakan orang lain.
Syukur karena di Bulan Ramadhan ini aktifitas kami (saya dan teman-teman) bisa dipermudah oleh Yang Maha Kuasa untuk ber-kreativitas atas semua tulisan – tulisan kami. Semoga hoby yang tidak baru ini bukan merupakan sebuah hoby yang sesaat. Karena meskipun tidak menghasilkan, namun minimal kesibukan ini disuatu saat nanti melahirkan sebuah hasil yang lebih berharga dibanding nilai mata uang manapun. Karena karya yang akan kita hasilkan justru akan lebih membuat kita dikenal dibanding jumlah uang yang besar sekalipun.
RAMADHAN YANG PALING ASYIK YA DI INDONESIA #6
Wednesday, July 25, 2012 Umum
Pernah mendengar Istilah “Ngabuburit”? Mungkin bagi anda semua warga jawa barat istilah tersebut sudah tidak asing lagi. Di setiap Bulan Ramadhan datang aktivitas itu sering dilakukan guna menunggu waktu datang nya berbuka.
Ngabuburit berasal dari kata Burit atau Sore dalam bahasa Indonesia. Sore adalah waktu yang menunjukan waktu berbuka puasa. Jadi ngabuburit adalah segala macam kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yang sedang berpuasa guna menunggu waktu datang nya berbuka.
Ketika seseorang sedang Berpuasa, yang artinya dia sedang melakukan sebuah ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan-Nya, maka segala aktivitas yang dia lakukan hendaknya merupakan sebuah aktivitas yang baik/positif. Aktivitas positif ini banyak jenis dan macam nya, namun yang lebih penting dan sedikiti gampang kita ambil sample/contoh apa itu perbuatan positif ialah tidak berboros ria.
Kenapa berboros ria yang saya ajukan sebagai contoh? Aktivitas ngabuburit sekarang ini telah resmi diartikan atau sama dengan jalan-jalan sore. Seperti jika kita berbicara bermalam mingguan maka selalu identik dengan jalan-jalan membawa seorang pacar. Jika kita mengajak orang untuk ngabuburit maka dalam benak pikiran teman kita bahwa kita akan mengajak untuk jalan-jalan sore dengan menggunakan motor tanpa jelas arah dan tujuan dan hanya menghabiskan bensin saja.
Jalan-jalan sore tanpa tujuan itu sama dengan perilaku berboros ria. Pertama dia jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas, kedua dia menghamburkan bensin untuk jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas. Bukankah itu perilaku yang tidak positif? Jika kita kalikan orang yang ngabuburit itu sebanyak 500 orang dikalikan minimal pemakaian bensin satu liter sebesar Rp. 4.500,00 maka akan kita dapatkan sebanyak Rp. 2.250.000,00 yang dihamburkan setiap sore. Dan apabila kita kalikan sebanyak 30 hari maka akan kita dapatkan uang yang begitu saja dibakar tanpa tujuan yang jelas sebanyak 67.500.000,00. Jika keadaan nya sudah begini, saya lebih sepakat Pemerintah mencabut Subsidi untuk Motor…. Hehehehe….:D
Sebenarnya dari kata Ngabuburit kita tidak bisa langsung mengartikan bahwa Ngabuburit itu sama dengan jalan-jalan sore dengan menggunakan motor. Apakah kita tidak bisa menunggu waktu berpuasa dengan berdiskusi misalkan? Atau melakukan segalam macam hal yang tidak berboros ria itu menurut saya jauh lebih baik ketimbang hanya menghabiskan bensin di jalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.
Belum resiko kecelakaan yang harus diterima oleh semua orang dijalan. Karena harus kita akui bahwa setiap orang di jalanan Indonesia ini masih memiliki rata-rata kesempatan untuk kecelakaan yang sama dimana pun baik yang disebabkan oleh kerusakan kendaraan ataupun human error. Maka dari itu selagi kita bisa mencegah semua hal yang buruk kepada kita maka alngkah lebih baik kita menjaga semua itu sebelum terjadi pada kita. Wassalam.
Kenapa berboros ria yang saya ajukan sebagai contoh? Aktivitas ngabuburit sekarang ini telah resmi diartikan atau sama dengan jalan-jalan sore. Seperti jika kita berbicara bermalam mingguan maka selalu identik dengan jalan-jalan membawa seorang pacar. Jika kita mengajak orang untuk ngabuburit maka dalam benak pikiran teman kita bahwa kita akan mengajak untuk jalan-jalan sore dengan menggunakan motor tanpa jelas arah dan tujuan dan hanya menghabiskan bensin saja.
Jalan-jalan sore tanpa tujuan itu sama dengan perilaku berboros ria. Pertama dia jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas, kedua dia menghamburkan bensin untuk jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas. Bukankah itu perilaku yang tidak positif? Jika kita kalikan orang yang ngabuburit itu sebanyak 500 orang dikalikan minimal pemakaian bensin satu liter sebesar Rp. 4.500,00 maka akan kita dapatkan sebanyak Rp. 2.250.000,00 yang dihamburkan setiap sore. Dan apabila kita kalikan sebanyak 30 hari maka akan kita dapatkan uang yang begitu saja dibakar tanpa tujuan yang jelas sebanyak 67.500.000,00. Jika keadaan nya sudah begini, saya lebih sepakat Pemerintah mencabut Subsidi untuk Motor…. Hehehehe….:D
Sebenarnya dari kata Ngabuburit kita tidak bisa langsung mengartikan bahwa Ngabuburit itu sama dengan jalan-jalan sore dengan menggunakan motor. Apakah kita tidak bisa menunggu waktu berpuasa dengan berdiskusi misalkan? Atau melakukan segalam macam hal yang tidak berboros ria itu menurut saya jauh lebih baik ketimbang hanya menghabiskan bensin di jalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.
Belum resiko kecelakaan yang harus diterima oleh semua orang dijalan. Karena harus kita akui bahwa setiap orang di jalanan Indonesia ini masih memiliki rata-rata kesempatan untuk kecelakaan yang sama dimana pun baik yang disebabkan oleh kerusakan kendaraan ataupun human error. Maka dari itu selagi kita bisa mencegah semua hal yang buruk kepada kita maka alngkah lebih baik kita menjaga semua itu sebelum terjadi pada kita. Wassalam.
Subscribe to:
Posts (Atom)






